14 Langkah Membebaskan Diri dari Kemaksiatan

borgol.jpg

14 langkah membebaskan diri dari kemaksiatan

1. Berdoa

Doa merupakan salah satu obat yang agung dan terapi setiap bala yang paling bermanfaat. Wahai orang-orang yang bertaubat, wahai orang-orang yang ingin meninggalkan dosa, angkatlah kedua tanganmu, berdoalah kepada Dzat yang Maha mendengar permohonan dan mengangkat segala bala,’ sungguh-sungguhlah engkau berdoa kepadaNya, niscaya Allah mengabulkan permohonan ampun darimu dan engkau akan terhindar dari kemaksiatan semisal kemaksiatan yang pernah engkau lakukan.

2. Bermujahadah

Jangan kau kira bahwa meninggalkan kemaksiatan hanya sehari semalam. Sesungguhnya hal itu membutuhkan kesungguhan, kesabaran dan penguatan kesabaran. Mujahadah adalah bukti kejujuran dan kebenaran meninggalkan dosa.

3. Ketahuilah dampak buruk sebuah kemaksiatan

Tatkala anda memikirkan dampak negatif suatu kemaksiatan maka hal ini akan menolongmu untuk menjauhinya.

4. Jauhilah penyebab

Jauhilah hal-hal yang boleh jadi menjadi penyebab engkau akan terjatuh ke dalam sebuah kemaksiatan. Karena sesungguhnya setiap terjadinya kemasiatan ada penyebabnya yang mengantarkannya, mendorongnya dan memotivasi untuk melakukannya, dan berperan untuk ikut serta agar kemaksiatan tersebut terus saja dilakukan. Maka, di antara bentuk pengobatan adalah menjauhkan diri dari setiap sebab yang mungkin akan menguatkan penyakit.

5. Berhati-hatilah terhadap teman yang buruk

Sungguh banyak orang berkeinginan atau bahkan telah meninggalkan kemaksiatan, namun karena ia terpengaruh oleh temannya yang buruk akhirnya ia terjatuh kembali ke dalamnya. Oleh Karena itu, jauhilah mereka sebelum engkau menyesal nantinya. Allah ta’ala berfirman,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya(menyesal), seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan : 27-29)

6. Ingatlah, kedatangan kematian yang tiba-tiba

Bila engkau ingat bahwa kematian itu pasti datangnya. Namun, engkau tidak tahu kapan ia tiba. Engkau menyadari bahwa bisa saja kematian itu datang secara tiba-tiba, niscaya kesadaran ini akan mengantarkan engkau kepada pembiasaan diri dalam ketaatan kepadaNya dan bersegera meninggalkan kemaksiatan yang engkau lakukan. Karena, bila kematian itu datang secara tiba-tiba sementara enkau dalam kemaksiatan, maka engkau berarti menutup hidupmu di dunia ini dengan keburukan. Namun, bila engkau tengah dalam ketaatan lalu kematian itu datang tiba-tiba berarti engkau mengakhiri kehidupanmu di dunia ia dengan kebaikan yang sudah barang tentu inilah yang engkau harapkan.

7. Merasa diawasi

Ingatlah bahwa Allah menugaskan kepada malaikat agar mereka mencatat segala amalmu.

Allah azza wajalla mengingatkan,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (10) كِرَامًا كَاتِبِينَ (11) يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ (12)

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar : 10-12)

Allah azza wajalla juga berfirmnya,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18)

“(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf : 17-18)

8. Sibukkan dengan hal yang bermanfaat!

Sibukkanlah masa luangmu dengan hal-hal yang memberikan kemanfaatan bagimu baik duniawi maupun ukhrawi.

Ini hendaknya anda lakukan. Karena, tetapnya engkau dalam keadaan luang, syetan akan memberikan kesempatan kepadamu melalui bisikan-bisikannya agar engkau melakukan dosa dan  kemaksiatan.

9. Tuntutlah Ilmu!

Karena ilmu menerangi jalanmu, dengan demikian engkau mengetahui kebaikan dan keburukan. Ilmu juga memberikan arahan kepadamu agar waspada darinya. Ilmu memberitahukan kepadamu tentang banyak hal yang akan mengangkat kedudukanmu di sisi Alloh ta’ala. Oleh karena itu, bersemangatlah engkau untuk menuntut ilmu semoga hal itu menjadi sebab engkau jauh dari berbagai macam syahwat dan kemaksiatan.

10. Ingatlah kemaslahatan dengan engkau meninggalkan kemaksiatan!

Ingatnya engkau akan faedah yang akan engkau dapatkan dengan engkau meninggalkan kemaksiatan akan menjadikan engkau enggan melakukan kemaksiatan dan akan memotivasi engkau untuk meninggalkannya.

11. Ingatlah kisah orang-orang yang telah dibinasakan karena kemaksiatan yang mereka lakukan!

Seperti kisah ditenggelamkannya fir’aun beserta bala tentaranya, iblis yang dikeluarkan dari Surga dan terlaknat hingga hari kiamat, qorun yang diri dan apa yang dimilikinya ditenggelamakan ke dalam bumi dan kisah yang lainnya.

12. Ingatlah, bahwa anggota tubuhmu adalah kenikmatan dari Allah!

Bila engkau gunakan untuk bermaksiat, maka sungguh engkau tengah tidak mensyukuri nikmat Alloh tersebut. Bila engkau tidak mensyukuri nikmat Alloh, berarti engkau telah siap berhadapan dengan azab Alloh padahal azab Alloh itu amat pedih.

13. Ingatlah, bahwa keberadaaan mu di dunia ini adalah bukan untuk berbuat kemaksiatan, tapi agar engkau beribadah kepadaNya. Maka, ketika engkau bermaksiat maka segeralah ingat bahwa bukan untuk itu Alloh menciptakan dirimu.

14. Kemaksiatan itu dari syaitan

Ketahuilah kemaksiatan itu diserukan oleh syaithan, ia hanya menginginkan agar engkau sesat, menyimpang dari jalan Allah yang lurus.  Ia akan melakukan apa saja yang bisa ia lakukan dengan maksud untuk mengembalikan engkau kepada dosa dan kemaksiatan itu. Allah ta’ala mengingatkan,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir : 6)

Itulah 14 tips yang bisa saya sebutkan, semoga bermanfaat dan semoga pula Allah memberikan taufiq kepada kita. Amien. Akhirnya, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala.

اللهم اعطي نفوسنا تقواها وزكها انت خير من زكاها انت وليها ومولاها
اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معاصيك ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك

Amiin. Wallahu a’lam.

Penyusun : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: