4 Sebab Lemahnya Semangat Berdakwah dan Solusinya

cahaya-yang-meredup.jpg

Berdakwah adalan amalan yang sangat mulia, para dai yang lurus dan istiqamah adalah para penerus perjuangan Nabi SAW dalam menyampaikan agama ini. Namun terkadang ada faktor-faktor internal atau eksternal yang menyebabkan dai menjadi lemah, semangatnyapun menjadi pudar setelah sebelumnya menggebu-gebu.

Dakwah adalah salah satu macam ibadah sebagaimana ibadah lainnya, wajar saja jika semangat seseorang dalam melaksanakannya sewaktu-waktu melemah. Namun kita tak boleh menyerah pada kenyataan, kita masih bisa mengembalikan semangat tersebut setelah mengetahui sebab-sebab yang menjadi semangat itu lemah

Kami akan menyebutkan beberapa sebabnya dengan ringkas beserta solusinya sebagai berikut:

Pertama, Lemah Iman.

Ketika iman lemah maka anggota badan akan terasa berat untuk melakukan ibadah. Dakwah bukanlah ibadah yang interaksinya hanya antara hamba dan Allah SWT, tetapi juga dengan sesama hamba, sehingga akan terdapat tantangan dan rintangan yang tidak bisa dilalui kecuali dengan iman yang kuat.

Lemah iman adalah faktor terpenting yang melemahkan semangat dakwah. Iman menjadi lemah bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya kurang berdzikir kepada Allah, kurang mendekat kepadaNya, lalai terhadap apa yang Allah SWT wajibkan atau melakukan perkara yang Allah haramkan.

Faktor ini bisa kita obati dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengharap ridho dan pahalanya, melaksanakan perintahnya baik yang wajib seperti sholat lima waktu ataupun yang sunnah seperti sholat tahajjud dan dhuha, serta menjauhi larangan-larangannya dan selalu ingat bahwa Allah SWT selalu melalu melihat gerak-geriknya.

Kedua, Perbuatan Maksiat dan Dosa.

Tak diragukan lagi bahwa dosa dan maksiat akan menghalangi seorang hamba dari ketatan. Semakin banyak kita melakukan maksiat semakin jauh kita dari ketaatan, dan begitu juga sebaliknya. Karena maksiat dan taat adalah dua hal yang berlawanan, jika salah satu ada maka ia akan melemahkan yang lain, dan tak mungkin maksiat dan taat keduanya sama-sama berjalan seiringan.

Jatuh kepada perbuatan maksiat dan dosa juga merupakan sebab lemahnya dakwah, jika diri seseorang masih senang untuk berbuat maksiat maka bagaimana ia akan mengajak orang lain untuk menjauhinya?

Solusinya adalah dengan berhenti melakukan larangan-larangan Allah SWT dan memperbanyak istighfar dan taubat serta melaksanakan kebaikan untuk menghapus dosa yang telah lalu.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

…Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu, menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114).

Namun jangan dipahami bahwa kita tidak layak berdakwah selama kita sendiri masih terjatuh kedalam perbuatan dosa, andai demikian maka tidak akan ada orang yang berdakwah karena semua orang pasti pernah melakukan dosa kecuali para nabi yang mashum. Berbuat dosa bukan alasan untuk tidak berdakwah, justru dengan berdakwah kita memperbaiki diri kita dan juga orang lain.

Ketiga, Putus Asa

Putus asa juga merupakan salah satu sebab yang melemahkan semangat berdakwah. Ketika seseorang telah berdakwah namun objek yang dia tuju tidak menghiraukan dakwahnya dan tidak berubah atau bahkan menentangnya, terkadang seorang dai merasa putus asa. Ia merasa tak gunanya lagi ia berdakwah.

Sebenarnya dakwah kita tidak perlu terhalangi dengan rasa putus asa, karena kewajiban kita hanyalah menyampaikan, sedangkan apakah mereka menerima atau tidak adalah urusan mereka dengan Allah SWT, begitu juga tugas para rasul hanyalah menyampaikan, sisanya serahkan kepada Allah, setelah menyampaikan maka selesailah tugas kita.

Allah berfirman:

إِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ

Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).” (QS. Asy-Syura: 48).

Keempat, Mengandalkan Orang Lain.

Mengandalkan orang lain adalah sesuatu yang kurang baik dalam segala hal selama masih bisa melakukannya sendiri dan memungkinkan. Ini juga salah satu faktor lemahnya semangat dalam berdakwah. Terkadang ketika kita mengandalkan pihak yang berwajib ataupun ustad atau guru untuk menyampaikan kebaikan atau mencegah kemungkaran padahal mereka tidak mengetahui semua hal yang terjadi, boleh jadi ada kasus tiba-tiba yang perlu kita segera cegah dan mereka tidak tahu, jika kita menunggu mereka maka kemungkaran tersebut akan terlewat.

Solusinya adalah dengan menyadari bahwa amar maruf nahi mungkar adalah kewajiban bagi kita semua sesuai kemampuan, jika mampu dan memiliki wewenang maka dengan tangan, jika tidak maka dengan lisan, jika tidak maka dengan membenci perbuatan di hati. Jika kita tidak melakukan itu semua maka kita berdosa.

Kesimpulannya

Dakwah adalah ibadah mulia, orang yang berdakwah dengan ikhlash dan sesuai syariat maka ia telah meneruskan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan agama ini. Namun tak jarang dakwah menghadapi berbagai rintangan baik faktor internal ataupun eksternal yang dapat meluluhkan semangat dakwah, namun setiap faktor tersebut ada solusinya sehingga dakwah bisa tetap berlangsung, dan masing-masing kita berdakwah sesuai kapasitas dan kemampuannya sesuai syariat.

Wallahualam

Penyusun: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: