5 Syarat Dikabulkannya Do’a

Syarat-Dikabulkannya-Do’a.jpg

Diantara syarat terpenting agar do’a kita dikabulkan oleh Allah ta’ala adalah sebagai berikut:

1. Ikhlas

Allah ta’ala berfirman,

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Ghafir: 14)

2. Mutaba’ah (mengikuti Nabi)

Allah ta’ala berfirman,

وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’rof: 158)

3.Percaya dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’anya

Diantara cara untuk menambah keyakinan seorang hamba kepada rabbnya adalah dengan meyakini bahwa seluruh kunci kebaikan dan keberkahan adalah milik Allah ta’ala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi dan yang lainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

4.Menghadirkan hati, khusyu’ dan berharap pahala dari Allah serta merasa takut akan adzabNya

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan berbagai macam kebaikan, dan mereka senantiasa berdoa kepada Kami dengan disertai rasa harap dan cemas. Dan mereka pun senantiasa khusyu’ dalam beribadah kepada Kami.” (QS. Al Anbiyaa’: 90).

5.Mantap, yakin dan tidak berputus asa dalam berdo’a

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِى الدُّعَاءِ وَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِى فَإِنَّ اللَّهَ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ

“Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan: ‘Allahumma in syi’ta fa-a’thini (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak dalam tekanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Sumber : Min ‘Ajaaib Ad-Du’a, Kholid bin Sulaiman bin ‘Ali Ar-Rabi’i, Juz I, Daarul Qasim.

Penerjemah : Imam Jamal Sodik

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah.net
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: