Adat Sunda dan Praktik Kemusyrikan

bupati-purwakarta.jpg

Bupati Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, dinilai telah musyrik karena menghidupkan kembali ajaran Sunda Wiwitan. Sebagaimana yang diungkapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.

Agenda Kemusrikan yang dimaksud adalah  menghiasi Kabupaten Purwakarta dengan aneka patung pewayangan, seperti Bima, Gatotkaca, aneka patung Hindu Bali. Dedi pun mengaku telah melamar Nyi Loro Kidul dan mengawininya. Hingga, ia membuat Kereta Kencana yang konon katanya untuk dikendarai sang isteri, Nyi Loro Kidul, sebagaimana yg ditulis di laman Facebok Habib Rizieq.

bupati purwkrt

https://www.facebook.com/HabibRizieq/posts/454562418078073:0

Prof. Dr. KH Didin Hafidzuddin,MS., memberikan tanggapan mengenai perilaku Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kepada sejumlah wartawan di Kantor MUI Pusat. “Itu bukan adat Sunda. Adat Sunda sesuai dengan Islam, karena masyarakat Sunda adalah masyarakat Muslim yang religius. Sehingga adat kebiasaan yang terlahir pun sesuai dengan ajaran Islam, bukan kepercayaan yang bersifat mistik.” ujar Ulama kelahiran Jawa Barat ini sebagaimana dilansir kiblat.net/2015/11/28.

Kearifan lokal bukanlah melakukan tradisi-tradisi yang bertentangan dengan akidah dan syariah seperti yang dilakukan Dedi, tambah Prof.Didin meluruskan makna kearifan lokal (local wisdom) yang disalahartikan dan digunakan sebagai pembenar tindakan kemusyrikan.

Artikel Berita_Hisbah : Berita Hisbah

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: