Ancaman Neraka Bagi Pelaku Dosa Meskipun Ia Bertauhid

awan-hitam.jpg

Pembaca yang budiman, hadits-hadits yang menyatakan bahwa orang-orang yang mengucapkan laa Ilaaha Illallah (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah) maka dia akan masuk Surga atau Allah akan mengharamkan dia dari (bakaran api) neraka, maka sesungghnya hadits-hadits  tersebut tidak bertentangan dengan hadits-hadits yang berisi ancaman (untuk masuk Neraka), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Abdullah bin Amru, semoga Allah meridhainya,

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ وَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا وَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ

“Siapa saja yang meminum khamer (minuman memabukkan) dan dia kemudian mabuk, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari, dan apabila dia meninggal maka dia akan masuk ke dalam Neraka…” (HR. Ibnu Majah – Hadits Shahih)

Cara menggabungkan antara hadits-hadits tersebut adalah sebagai berikut :

1). Sebagian ulama mengatakan : maksud dari hadis-hadis tentang kesaksian laa Ilaaha Illallahu (tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah) adalah bahwasanya ini merupakan penyebab dan muqtadhi (pengantar) untuk masuk ke dalam Surga dan (penyebab) keselataman dari Neraka, tetapi pengantar tersebut tidak akan bisa berfungsi/melakukan tugasnya kecuali setelah terpenuhi semua syarat dan terhapus semua penghalangnya, bisa jadi tidak ada hasil yang didapatkan karena adanya satu syarat yang kurang atau karena adanya penghalang. Ini merupakan pendapat Hasan Wahab bin Munabbih rahimahullah.

2). Maksud dari ungkapan “dia haram masuk Neraka” adalah bahwasanya dia tidak kekal di dalam nereka tersebut, hal itu akan terjadi apabila Allah menginginkan untuk mengadzabnya terlebih dahulu kemudian mengeluarkannnya dari neraka tersebut dan setelah itu Allah memasukkannya ke dalam Surga, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits (Qudsi) dari Anas -semoga Allah meridhoinya- yang berbunyi,

وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Demi kemuliaan-Ku, ketinggianKu, kebesaran-Ku dan keagungan-Ku maka sesunguhnya Aku akan mengeluarkan orang-orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dari dalam Neraka.” (HR. Syaikhaini)

Saya katakan : yang demikian itu karena ahli tauhid (orang-orang yang bertauhid) yang mendapat ancaman (masuk Neraka) termasuk orang-orang yang diingini oleh Allah untuk diadzab (terlebih dahulu) mereka tidak kekal di dalam Neraka. Dan bisa jadi juga Allah mengampuni mereka dan memasukkan orang-orang yang dimaafkan tersebut ke dalam Surga tanpa diadzab.

3). Dia masuk neraka setelah mereka keluar darinya. Secara umum; orang yang mengatakan laa Ilalaha Illallahu (merealisasikan tauhidnya) maka ia seperti orang yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya,

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، نَفَعَتْهُ يَوْمًا مِنْ دَهْرِهِ يُصِيبُهُ قَبْلَ ذَلِكَ مَا أَصَابَهُ

“Siapa saja yang mengatakan “Laa Ilaaha illallahu” (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), maka ucapannya itu akan bermanfaat/berguna baginya pada suatu hari nanti, meskipun dia sudah menderita (disiksa) sebelumnya.” (HR. Al-Bazzar- Hadits Shahih). Wallahu a’lam.


Sumber : Kitab Tauhid Ibadah, Syaikh Muhammad bin Syami bin Matha’in Syaibah, hal. 11-12.

(Amar Abdullah/hisbah.net)

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: