Antara Ummu Rafi’ dan Abu Rafi’

ummu-rafi-dan-abu-rafi.jpg

Sebagaimana para sahabiyat memiliki peran yang besar dalam berdakwah kepada Allah –subhanahu wa ta’ala– serta dalam beramar ma’ruf nahi munkar bersama dengan orang-orang yang lainnya, mereka juga memiliki peran yang sangat mulia di dalam mengarahkan suami dan anak-anak mereka kepada kebaikan dan mengingatkan mereka dari segala keburukan.Imam Ahmad di dalam Musnadnya meriwayatkan dari Aisyah –semoga Allah meridhainya– bahwa dia berkata:

أَتَتْ سَلْمَى مَوْلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ امْرَأَةُ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْتَأْذِنُهُ عَلَى أَبِي رَافِعٍ قَدْ ضَرَبَهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي رَافِعٍ مَا لَكَ وَلَهَا يَا أَبَا رَافِعٍ قَالَ تُؤْذِينِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَ آذَيْتِيهِ يَا سَلْمَى قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آذَيْتُهُ بِشَيْءٍ وَلَكِنَّهُ أَحْدَثَ وَهُوَ يُصَلِّي فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَ الْمُسْلِمِينَ إِذَا خَرَجَ مِنْ أَحَدِهِمْ الرِّيحُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَقَامَ فَضَرَبَنِي فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُ وَيَقُولُ يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّهَا لَمْ تَأْمُرْكَ إِلَّا بِخَيْرٍ

“Salma (istri Abu Rafi’ mantan sahaya Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam-) datang kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– meminta izin kepadanya untuk mencela Abu Rafi’. Dia berkara: “Dia telah memukulku . Rasullah bertanya kepada Abu Rafi’ “ada apa kamu dengannya ? Abu Rafi’ menjawab: ‘ Dia menyakitiku wahai Rasulullah!” Rasulullah bertanya kepada Salma “Kau apakan dia, Salama ? “ Salma menjawab: “Aku sama sekali tidak menyakitinya, akan tetapi dia shalat dalam keadaan berhadats. Aku berkata, Wahai Abu Rafi’, sesungguhnya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– telah memerintahkan kaum muslimin untuk berwudhu apabila salah seorang dari mereka buang angin.’ Lalu Abu Rafi’ berdiri dan memukulku.” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– pun tertawa, dan berkata, “Wahai Abu Rafi’, Salma tidak menyuruhmu kecuali untuk kebaikan. “

Wallahu a’lam

Sumber :

Duruusun Min Hayaati ash-Shahabiyaat, Dr. Abdul Hamid as-Suhaibani, hal. 79 (Edisi Bahasa Indonesia)

 

Amar Abdullah bin Syakir, LC.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: