Apa hukum Ucapan selamat Pada Hari Raya Ied

hukum-selamat.jpg

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya ; beliau menjawab (dalam Majmu’ al-Fataawaa, XXXIV/253) : Adapun ucapan selamat pada hari raya ‘ied, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika bertemu setelah shalat ‘ied, adalah :

تقبل الله منا منكم

Semoga Allah menerima amal kami dan kalian

Atau

أحال الله عليك

Mudah-mudahan Allah memberi balasan (kebaikan) padamu.

Dan ucapan lain yang semisalnya hal ini telah diriwayatkan dari sejumlah Shabat Nabi bahwa mereka biasa melakukan hal tersebut, serta diberikan keringanan oleh sejumlah imam, seperti imam Ahmad dan yang lainnya.

Akan tetapi, imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai dalam mengucapkan hal tersebut kepada seseorang. Sedangkan bila orang tersebut yang memulainya lebih dahulu, maka aku akan menjawabnya. Karena, menjawab ucapan tersebut adalah wajib, sedangkan memulai untuk mengucapkannya bukan termasuk sunnah yang diperintahkan dan tidak juga dilarang. Oleh karena itu, yang melakukan dan yang meninggalkannya, masing-masing memiliki panutan atau teladan.

Wallahu a’lam

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata –di dalam Fat-hul Baari, II/446- : kami meriwayatkan di dalam kitab al-Mahaamiliyaat dengan sanad hasan dari Jubair Ibnu Nufair, dia berkata : “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika bertemu pada hari ‘ied, sebagian mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya :

تقبل الله منا منك

Semoga Allah menerima amal kami dan kamu

Di dalam kitab al-Mughniy (II/259), Ibnu Qudamah menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata, “Aku pernah bersama Abu Umamah al-bahili dan lainnya dari para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya jika mereka pulang dari shalat ‘ied, maka sebagian mereka berkata kepada sebagian lainnya :

تقبل الله منا منك

Semoga Allah menerima amal kami dan kamu

Imam Ahmad berkata : “Sanad hadits Abu Umamah jayyid (lihat kitab al-Jauhar an-Naqiy (III/320). As-Suyuthi berkata di dalam kitab al-Hawi (1/81) : “Sanad hadis ini hasan”.

Adapun ucapan masyarakat umum, yaitu sebagian dari mereka kepada sebagian lainnya :

كل عام وأنتم بخير

Semoga setiap tahun kalian dalam keadaan baik”.

Demikian pula ucapan yang semisalnya. Ucapan tersebut tidak dapat diterima, bahkan hal tersebut termasuk dalam kategori yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala :

أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ  [البقرة : 61]

Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik ?

Wallahu a’lam

Sumber :

Dinukil dari, “ Ahkamul ‘iedain Fii as-Sunnah al-Muthahharah”, Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi, Edisi Bahasa Indonesia : Meneladani Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- dalam Berhari Raya, hal.229-231

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir
Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: