Aqidah Kita

aqidah-ilustrasi.jpg

Aqidah kita ialah : Imam kepada Allah, iman kepada Malaikat, kitab-kitab suci yang diturunkan Allah, para rasul utusan Allah dan percaya kepada hari kemudian (akhirat) serta iman akan qadar baik dan buruk.

Kita meyakini rububiyyah Allah –subhanahu wa ta’ala-, yaitu bahwa Dialah Tuhan yang Menjadikan, Memiliki dan Mengatur semau alam ini. Kita menyakini Uluhiyah Allah –subhanahu wa ta’ala, yaitu bahwa Dialah Tuhan Yang harus Disembah. Menyembah selain kepada Allah adalah salah.

Kita menyakini nama-nama dan sifat-sifat Allah, yaitu nama-sanama yang paling baik (al-Asma’ al-Husna) dan sifat-sifat sempurna,seperti yang diturunkan dalam al-Qur’an atu seperti yang disampaikan oleh Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kita menyakini ke-Esa-an Allah, bahwa tiada satu pun yang mempersekutui-Nya, baik dalam rububiyah maupun dalam uluhiyah ataupun dalam asma dan sifat.

Firman Allah –subhanahu wa ta’ala- dalam al-Qur’an :

Artinya, tuhan langit dan bumi dan apa yang di antara keduany. Sebab itu sembahlah Dia dan sabarlah dalam menyembahNya. Adakah Engkau ketahui ada sesuatu yang sama dengan Dia (Qs. Maryam : 65)

Kita menyakini :

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (Qs. Al-Baqarah : 255)

Kita menyakini bahwa :

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. Al-Hasyr : 22-24)

Dan kita mempercayai :

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa (Qs. Asy-Syura : 49050)

Dan kita meyakini :

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat, Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs. Asy-Syura : 11-12)

Dan kita mempercayai :

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh) (Qs. Huud : 6)

Dan kita meyakini :

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Qs. Al-An’am : 59)

Kita meyakini bahwa :

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1187]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Qs. Luqman : 34)

Bersambung, insya Allah…

Sumber :Dinukil dari, “ Aqidah Ahlu as-Sunnah Wal Jama’ah “, Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin-semoga Allah merahmatinya. (Edisi Indonesia, hal. 9-14)

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: