Aqidah Kita (bag.2)

aqidah-ilustrasi.jpg

Dan, kita mempercayai bahwa  Allah itu berbicara (Mutakkilim) kapan saja dikehendakiNya, dan dengan cara yang dikehendakiNya.Dalam al-Qur’an dikatakan:

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

Dan Allah telah berbicara dengan Nabi Musa dengan sebenar-benarnya (Qs. An-Nisa : 164)
Dalam ayat lain disebutkan :

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ

Dan tatkala Musa datang untuk (bermunajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan, dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya (Qs. Al-A’raf : 143)
Pada ayat lain diterangkan :

وَنَادَيْنَاهُ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّ

Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thursina dan kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia (munajat) kepada Kami (Qs. Maryam : 52)
Pada ayat lain disebutkan :

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي

Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhan-ku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku (Qs. Al-Kahfi : 109)
Dalam surat luqman disebutkan pula :

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Lukman : 27)
Kita meyakini kalimat-kalimat Allah subhanahu wa ta’ala adalah kalimat yang paling benar dan yang paling adil dalam kebijaksanaan serta yang terbaik dari segala pembicaraan. Allah mengatakan dalam al-Qur’an :

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil (Qs. Al-An’am : 115)

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Dan siapakah yang lebih benar perkataannya selain Allah (Qs. An-Nisa : 87)
Dan kita semua meyakini bahwa al-Qur’an al-Karim adalah kalamullah ta’ala yang disampaikan secara langsung kepada malaikat Jibril. Dan kemudian Jibril menyampaikan kepada lubuk hati Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam- sebagaimana firmanNya :

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ

Katakanlah; Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar (Qs. An-Nahl : 102)

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas (Qs. Asy-Syu’ara : 192-195)

Wallahu a’lam

Bersambung, insya Allah

Sumber :

Dinukil dari, “ Aqidah Ahlu as-Sunnah Wal Jama’ah “, Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin. semoga Allah merahmatinya. (Edisi Indonesia, hal. 15-18)

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: