Aqidah Kita (bag.3)

aqidah-ilustrasi.jpg

Kita mempercayai bahwa Allah azza wajalla maha tinggi dari segala makhluk, baik dzat-Nya maupun sifat-Nya, sebagaimana firmanNya:

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (Qs. Al-Baqarah : 255)

Dan FirmanNya:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Artinya, “Dan Dia-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui (Qs. Al-An’am : 18)

Dan kita meyakini :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْر

Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang Menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,kemudian Dia bersemayam (istiwa’) di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan (Qs. Yunus : 3)

Istiwa Allah di atas ‘Arsy adalah bersemayam di atas ‘arsy sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Tidak seorang pun mengetahui bagaimana caranya bersemanyam kecuali Dia (Allah subhanahu wa ta’ala).

Kita meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa bersama hambaNya, Dia bersemayam di atas ‘Arsy mengetahui keadaan hamba-hambaNya dan mendengar serta mengetahui segala perkataan dan perbuatan hambaNya. Dan Allah mengatur segala urusan mereka, memberi rizki bagi yang fakir, melaksanakan apa yang sulit, memberi kekuasaan kepada siapa yang dikehendakiNya, mencabut kekuasaan dari siapa yang dikehendaki. Dia berikan kemuliaan kepada siapa yang Dia ingini dan menimpakan kehinaan kepada siapa yang Dia ingini. Di tanganNya lah segala yang baik dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Demikianlah Allah subhanahu wa ta’ala bersama hambaNya dalam segala keadaan dan Dia bersemayam di atas ‘Arasy Nya dengan sebenarnya, sebagaimana hak yang patut dan layak bagi kebesaran Allah.

FirmanNya dalam al-Qur’an:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya, Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Qs. Asy-syura : 11)

Kita tidak sependapat dengan kaum Jahmiyyah yang mengatakan bahwa Allah itu dzat Nya ada di bumi bersama makhluk. Dan malah sebaliknya kita berpendapat bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu dzatNya di bumi bersama makhluk Nya adalah sesat dan kufur. Karena mereka telah memberikan sifat yang tidak layak bagi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Kita mempercayai apa yang disampaikan oleh Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa Allah turun setiap sepertiga terakhir tiap malam ke langit bumi dan mengatakan,

من يدعوني فأستجيب له من يسألني فأعطيه ومن يستغفرني فأغفرله

Artinya, “Siapa yang menyeru Ku akan Aku perkenankan, dan siapa yang meminta kepadaKu akan Aku kabulkan permintaannya. Dan siapa yang meminta ampunan kepadaKu akan Aku ampunkan segala kesalahannya. “

 

Kita meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan datang pada hari Kiamat yang akan menghukum hambanNya, sebagaimana dikatakan dalam surat al-Fajr:

كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا (21) وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (22) وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى

Artinya, “Janganlah berbuat demikian. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut dan datanglah Tuhanmu, sedang malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi peringatan baginya (Qs. Al-Fajr : 21-23)

 

Wallahu a’lam

Bersambung, in sya Allah

Sumber :

Dinukil dari: “ Aqidah Ahlu as-Sunnah Wal Jama’ah “, Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin-semoga Allah merahmatinya. (Edisi Indonesia, hal. 19-22)

Amar Abdullah bin Syakir
Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: