Bagaimana menyikapi Kemungkaran di Medsos?

man-coffee-cup-pen.jpg

Media sosial yang berstatus pedang bermata dua ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan lagi dari kehidupan kita dalam berkomunikasi antar satu dengan yang lain, namun terkadang dibeberapa aplikasi sosial dipakai juga oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten-konten hoax, fitnah, berbau pornografi dsbg yang berseliweran di beranda dan timeline kita, nah pada posisi yang seperti ini bagaimana idealnya kita bersikap sebagai seorang muslim yang menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar?

Berikut ada beberapa tuntutan dari seorang ulama pimpinan Markaz Hisbah di Saudi Arabia:

1. mengambil sikap yang tepat untuk membedakan antara kemungkaran yang dilakukan terang-terangan dengan kemungkaran yang dilakukan sembunyi-sembunyi.

Membedakan kemungkaran yang dilakukan oleh sosok yang dikenal dengan yang tidak dikenal oleh publik. Maksudnya apa dari pembedaan ini? adalah sebagai barometer prioritas kita dalam menyikapinya, mana yang lebih luas daya rusaknya dan mana pula yang hanya sebagai sensasi, sehingga sikap yang diambil mengena tepat pada sasaran dan tidak menghabiskan banyak energi dan waktu.

semisal seperti pelecehan agama yang dilakukan oleh publik figur, maka diperlukan juga sesosok ahli agama yang dikenal untuk membantahnya agar masyarakat ramai lebih cepat tanggap dan percaya diri bersama-sama menghadapi tokoh nyeleneh tersebut. adapun seperti pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal, maka tidak perlu terlalu di ekspos, cukup dilaporkan sebagai spam maka pihak yang berwajib akan menanganinya, karena hakekatnya orang-orang tersebut hanya mencari sensasi untuk terkenal, maka mengomentari status mereka atau membagikannya hanya akan membuat mereka semakin dikenal, makanya ada istilah terdahulu: “biarkan mereka mati dengan sendirinya”.

 

2. tidak perlu terlalu menyikapi media-media cetak yang menyebarkan kemungkaran dikoran dan majalah.

Yang seperti ini juga tidak perlu terlalu disikapi apalagi malah ikut menyebarkan kontennya di media-media sosial, mengapa? Karena dewasa ini jumlah pembaca media cetak sudah sangat sedikit, hingga daya rusaknya jugalah minim, maka dari itu jangan ikut membantu media cetak tersebut memperluas kemungkarannya dimedia-media sosial hingga membuat orang yang sebelumnya tidak tahu menahu malah menjadi ikut-ikutan terpengaruh. maka yang seperti ini tidak dibantah secara publik, cukup tegur tim redaksinya, selanjutnya jika mereka malah melawan baru mengambil sikap yang lebih tegas seperti menghubungi pihak yang berwajib dst.

 

3. Sikapi segala sesuatu sesuai kadarnya, Jangan dibesar-besarkan hal yang kecil dan tak pula menyepelekan sesuatu yang penting dan besar.

Inilah inti dari point pertama dan kedua bahwa dalam mengamalkan kewajiban Amar Makruf Nahi Munkar ini juga diperlukan adanya strategi dan perencanaan yang matang, tergantung dan sesuai dengan dimana seorang muslim berada dan sesuai dengan kesanggupannya. Maka seperti seorang da’i yang ucapannya didengar tentu kewajibannya lebih besar ketimbang masyarakat awam,  apalagi seorang pemimpin; baik itu pejabat negara atau bos di perusahan, yang mana setiap pemimpin akan diambil pertanggungan jawabannya kelak atas apa yang ia pimpin.

 

Maka mulai saat ini mari kita lebih bijak menghadapi pelaku-pelaku kemungkaran di media sosial. pihak FB misalnya, mereka menyediakan kolom untuk melaporkan status tertentu sebagai spam dsbg, maka seperti yang sering kita lihat ada anak-anak muda yang melecehkan mushaf Al Qur’an cukup di laporkan langsung ke pihak yang berwajib, karena menyebarkan konten yang semacam itu malah hanya semakin menampakkan apa yang tidak pantas terhadap kitab suci Al Qur’an. ini sebagai salah satu contoh, terapkan juga pada hal-hal yang lainnya.

Penulis: Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

Rujukan:

نحو مفهوم شامل للاحتساب ص ١٣٥-١٣٦ بالاختصار

تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن الوطبان

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

One thought on “Bagaimana menyikapi Kemungkaran di Medsos?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: