Beberapa Kisah Amar Ma’ruf Nahi Munkar Ibunda Aisyah

Tulip-Kuning-Merah.jpg

Kisah amar ma’ruf nahi munkar beliau sangatlah banyak, di sini kami akan menyebutkan beberapa, diantaranya:

Pertama, diriwayatkan oleh Imam Ibnu Sa’d dari ‘Alqamah bin Abi ‘Alqamah dari ibunya berkata, “Saya melihat Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma dengan mengenakan kerudung yang tipis sehingga terlihat bagian dalamnya, maka ‘Aisyahpun merobek kerudung tersebut seraya berkata, “Apakah engkau tidak mengetahui apa yang diturunkan Allah dalam surat An-Nuur?”, kemudian meminta kerudung (yang lebih tebal-pen) lalu memakaikannya (untuk Hafshah).

Dalam riwayat lain disebutkan: “Kemudian Aisyah menyobek dan memakaikan untuknya kerudung yang lebih tebal.”

Kedua, dari Bananah budak Abdurrahman bin Hassan Al-Anshori dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Ketika ia bersama Aisyah ia masuk bersama seorang gadis memakai lonceng kecil yang berbunyi, Aisyah berkata, “Jangan kalian memasukkannya kepadaku kecuali jika kalian memutuskan loncengnya.” Kemudian beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersaba, “Malaikat tidak memasuki rumah yang terdapat lonceng didalamnya.” (HR. Abu Dawud)

Ketiga, ihtisab beliau kepada sekelompok orang yang menertawakan seorang lelaki yang jatuh.

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha’i dari Al-Aswad bin Zaid : “Pada suatu hari, seorang pemuda Quraisy berkunjung kepada Aisyah, ketika ia sedang berada di Mina. Ketika itu para sahabat sedang tertawa terbahak-bahak, maka Aisyah dan bertanya kepada mereka, ‘Mengapa kalian tertawa?’ Mereka menjawab, “Si fulan jatuh menimpa tali kemah hingga lehernya atau matanya hampir lepas.” Aisyah berkata, “Janganlah kalian menertawainya! Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih kecil dari itu, melainkan akan ditulis baginya satu derajat dan akan dihapus satu kesalahannya.”

Keempat, ihtisab beliau kepada orang yang bermain dadu.

Dari Alqamah bin Abi Alqamah dari ibunya dari Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Bahwasanya sekelompok orang dirumah beliau yang dahulu bertempat disitu memiliki dadu, maka beliau mengirim pesan kepada mereka jika kalian tidak mengeluarkannya (dadu) saya akan mengeluarkan kalian dari rumahku.” (HR. Imam Malik di Al-Muwattha’ 1756)

Kelima, ihtisab beliau kepada Abu Salamah bin Abdurrahman.

Dari Abu Salamah bahwasanya terjadi perselisihan antara dia dengan sekelompok orang (dalam masalah kepemilikan tanah -red), maka hal tersebut disampaikan kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha beliaupun berkata: “Wahai Abu Salamah hati-hatilah dalam masalah tanah, karena Nabi shallallahu’ alaihi wasallam bersabda:

مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنْ الْأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ

“Barangsiapa yang mendzholimi (mengambil tanpa izin pemiliknya) seukuran sejengkal tanah, maka tanah itu akan dikalungkan di lehernya dari tujuh lapis bumi.” (Muttafaqun ‘alaih)

Demikianlah beberapa kisah ihtisab Sayyidah Aisyah radhiyallahu’anha, dimana hidup beliau penuh dengan dakwah dan hisbah dijalan Allah serta disinari dengan ilmu beliau yang luas yang beliau timba langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridhonya kepada beliau dan membalas segala jasa beliau dalam perawian beliau yang sangat banyak terhadap hadits-hadits Nabi dan warisan ilmu serta tauladan yang baik yang beliau tinggalkan untuk ummat ini.

Wallahu a’lam bishshawab.

Penyusun : Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: