Bentuk Tawakal yang Keliru

animasi-question.jpg

Beberapa kesalahan dalam bertawakal antara lain :

1.Tawakal tanpa adanya usaha.

Ketika ada yang berkeyakinan tawakal tidak perlu disertai usaha. dengan mengatakan, “Allah Maha Pemurah, pasti akan memberikan rezeki kepada kita, dan tidak perlu melakukan usaha ini dan itu”. Tentu ini salah. Seseorang harus terlebih dahulu melakukan usaha/ikhtiar, kemudian setelah itu ia serahkan urusannya kepada Allah.

2.Tawakal kepada selain Allah.

Ini merupakan bentuk kemusyrikan. Karena tawakal merupakan salah satu bentuk ibadah, dan ibadah tidak boleh ditujukkan kepada selain Allah. Ketika seseorang menyandarkan diri kepada jimat, dukun, atau benda-benda yang dianggap kramat. Maka orang tersebut dapat terjatuh kepada kemusyrikan besar.

3.Tidak berdoa

Seorang hamba setelah ia berusaha, ia lengkapi dengan berdoa kepada Allah. Karena doa juga merupakan salah satu bentuk usaha kita. Bahkan tidak sedikit Allah mudahkan urusan hamba-Nya dengan sebab doa yang ia panjatkan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku–perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60).

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: