Bercanda dengan Keluarga (Bagian 2)

Bercanda-dengan-Keluarga-1.jpg

Di antara bentuk kebaikan dan perlakuan Nabi kepada istri-istrinya dan kasih sayangnya serta kelembutan beliau adalah sabda beliau kepada ‘Aisyah, beliau mengatakan,

كُنْتُ لَكِ كَأَبِي زَرْعٍ لِأُمِّ زَرْعٍ

“Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’ bagi Ummu Zar’ (Muttafaq ‘alaih)

Ini adalah penggalan dari hadis panjang, kami hanya menyebutkan bagian yang berhubungan dengan masalah.

An-Nawawi berkata, “para ulama berkata bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– hendak menenangkan jiwa ‘Aisyah (istrinya), menjelaskan kebaikan perlakuan dan muamalah beliau kepadanya, maknanya : Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’…Para ulama berkata, dalam hadis Abu Zar’ ini terkandung faedah-faedah, di antaranya anjuran memperlakukan keluarga dengan baik, boleh menceritakan apa yang terjadi terhadap ummat dahulu, dan bahwa bila sesuatu disamakan dengan sesuatu, tidak mesti keduanya harus sama persis dalam segala hal.

Di antara faedah hadis ini juga adalah bahwa lafadz talak yang berbentuk kiasan tidak menjatuhkan talak kecuali bila diikuti niat, karena Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda kepada ‘Aisyah, “ Aku bagimu adalah seperti Abu Zar’ bagi Ummu Zar’.

Dan di antara yang dilakukan Abu Zar’ adalah mentalak istrinya, Ummu Zar’ ,namun talak tidak jatuh dari Anbi –shallallahu ‘alaihi wasallam hanya karena beliau menyamakan dirinya dengan Abu Zar’, karena Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– tidaklah berniat mentalak istri beliau. (Syarah Shahih Muslim, an-Nawawi, 8/238)

Al-Hafizh berkata, “Hadis ini mengandung faedah selain apa yang telah disebutkan yaitu baiknya perlakukan suami kepada istrinya dengan berbicara lembut dan berbincang seputar hal-hal mubah selama ia tidak menyeret kepada apa yang dilarang. Hadis ini juga menunjukkan dianjurkannya bercanda dan santai kadang-kadang, suami bergurau dengan istrinya, menyatakan cintanya selama hal itu tidak menimbulkan sesuatu yang dilarang, seperti istri manjadi lancang kepada suami atau meremehkan suami. Hadis ini juga membolehkan sikap lapang dada dengan menceritakan kisah-kisah unik dan cerita lucu demi membuat jiwa semangat (Fath al-Baari, 9/276)

Wallahu a’lam

Sumber :

Dinukil dari “al-Mizahu Fii Sunnah”, Dr. Muhammad Abdullah Walad Karim, Edisi Bahasa Indonesia : Canda dan Gurau Nabi … hal, 22-24, penerbit : Darul Haq, Jakarta.

Amar abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: