Berdakwah Lewat Tulisan

Dakwah-lewat-tulisan.jpg

Jalan dakwah adalah jalan para rasul dan orang-orang shaleh. Orang yang berdakwah berarti ia meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah kepada ummat. Allah SWT memerintahkan kita untuk berdakwah seraya menjelaskan cara terbaik untuk berdakwah, Allah berfiman:

ٱدعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلحِكمَةِ وَٱلمَوعِظَةِ ٱلحَسَنَةِ وَجَٰدِلهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحسَنُ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl: 125).

Seiring dengan berkembangnya zaman dan terwujudnya berbagai sarana, medan dakwah semakin terbuka lebar, peluang untuk menuntut dan menyebarkan ilmupun semakin besar, kita memiliki kesempatan besar untuk ikut terjun ke dalam dunia dakwah. baik secara langsung atau tidak langusng. Alangkah beruntungnya andai kita menjadi sebab seseorang mendapatkan hidayah, jika orang tersebut istiqamah dan berdakwah juga kepada orang lain karena dakwah yang kita saampaikan maka berapa banyak pahala yang akan terus mengalir ke catatan amal baik kita. Marilah menabur benih-benih kebaikan sebanyak-banyaknya didunia agar kita memanennya di akhirat kelak, tentunya disertai dengan ikhlash dan ittiba’.

Berdakwah dapat kita laksanakan dengan memanfaatkan sarana-sarana yang ada, bahkan saat ini seorang dai tak harus bertemu dengan orang yang menjadi objek dakwah untuk menyampaikan dakwahnya, banyak media yang bisa kita manfaatkan. Layar Hp atau komputer yang hanya berukuran beberapa inchi bisa menjelma menjadi sumber informasi. Dengan ilmu yang sedikitpun kita bisa berdakwah, bahkan hanya dengan meng share ilmu atau artikel yang kita dapatkan kita sudah bisa berdakwah. Jadi apalagi yang menghalangi kita untuk meraih pahala berdakwah?

Namun kita harus berhati-hati dalam menangkap ilmu atau menyampaikannya, sebelum menyampaikannya kepada orang lain kita harus teliti terlebih dahulu sehingga yang kita bagikan benar-benar ilmu yang bermanfaat.

Banyak cara untuk ikut andil dalam berdakwah, diantaranya sebagai berikut:

1.Menulis artikel di blog

Kita dapat melatih atau menyalurkan kemampuan menulis kita dengan menulis melalui blog. Banyak sekali website yang menyediakan layanan blog gratis seperti wordpress.com & blogger.com. Dengan memanfaatkan layanan-layanan tersebut kita bisa berdakwah sekaligus belajar menulis dengan cara yang sangat simple dan tanpa memerlukan modal apapun. Dengan demikian kita telah menyumbang peran dalam menyebarkan ajaran islam. Setiap orang yang mengambil manfaat dan ilmu dari tulisan kita, maka akan menjadi tabungan pahala untuk kita. Berapa banyak hidayah menghapiri seseorang setelah membaca suatu tulisan atau artikel. Namun kita harus ingat bahwa dalam menulis ktia harus amanah dan tanggung jawab.

2.Berdakwah melalui media sosial

Saat ini kebanyakan orang sudah memakai media sosial atau biasanya disingkat dengan ‘medsos’, baik berupa facebook, teweeter, watsapp, BBM, line dan sebagainya semuanya sudah tidak asing lagi. Dunia seakan semakin menyempit dan mengecil dengan hadirnya berbagai media sosial ditengah-tengah kita. Tak hanya sarana komunikasi antara dua personal, ia juga menjadi sarang ilmu, berita, dan informasi. Ini semua membuka lahan besar bagi kita untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya, berdakwah melalui media sosial sangat mudah dan efektif selama dengan cara yang benar, cakupan yang dapat dicapai dengan berdakwah melalui medsos juga sangat luas, bahkan orang yang berada diujung duniapun bisa menjadi sasaran dakwah yang kita sampaikan. Alangkah beruntungnya jika kita menyampaikan sedikit ilmu yang kita miliki kemudian diterima dan diamalkan oleh orang yang membacanya. Itu jika yang membaca satu orang, jika dibaca oleh dua, tiga, atau sampai ratusaan dan ribuan, berapa banyak pahala yang akan kita dapat.

Menyampaikan dakwah tak harus dengan menulis artikel panjang, cukup dengan menulis status yang mengandung ajakan kepada kebaikan sudah merupakan dakwah. Jangalah berkecil hati jikalau status dakwah yang kita buat tidak mendapatkan banyak ‘Jempol’ dari yang baca, karena yang tidak memberikan ‘Like’ bukan berarti tidak membaca, dan yang memberikan ‘Like’ belum tentu mengambil manfaat. So, Janganlah menyepelekan  amalan baik sekecil apapun, bisa jadi amalan baik yang kecil tersebut menjadi sebab kita masuk surga, ingatkah sobat dengan kisah seorang pelacur dari Bani Israil yang diampuni dosanya karena memberi minum kepada seeekor anjing? Jadi, Tanamlah amalan baik sekecil baik apapun, karena malaikat pencatat amal tidak akan pernah lengah untuk mencatatnya.

فَمَن يَعمَل مِثقَالَ ذَرَّةٍ خَيرا يَرَهُۥ وَمَن يَعمَل مِثقَالَ ذَرَّة شَرّا يَرَهُۥ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

3.Mengeshare atau membagikan ilmu yang bermanfaat

Terkadang kita merasa berat berdakwah dengan tulisan karena merasa kurang memiliki kemampuan untuk menulis, tapi itu bukanlah halangan untuk berdakwah. Banyak tulisan para ulama, asatidz, atau tulisan-tulisan bermanfaat lainnya yang bisa kita bagikan kepada teman-teman kita. Hanya dengan menge ‘share’ kita sudah bisa ikut andil berdakwah menyampaikan ilmu.

Kesimpulannya, Marilah kita ikut andil dalam berdakwah sesuai kapasitas dan kemampuan kita, dakwah di zaman sekarang sangatlah mudah dengan hadirnya berbagai sarana yang sangat memanjakan, marilah kita gunakan nikmat hp, internet dan media sosial kepada hal-hal positif yang dapat menjadi tabungan amal baik kita di akhirat kelak, dakwah dizaman sekarang tak lagi seperti dakwah dizaman Rasulullah SAW dimana kaum muslimin harus mengangkat senjata dan mempertaruhkan nyawa, dakwah sekarang begitu mudah terutama di negara Indonesia yang mayoritas muslim ini. Sehingga untuk berdakwah dizaman sekarang masalahnya bukanlah bisa atau tidak, tetapi mau atau tidak. Marilah ikut mengamalkan sabda Rasulullah SAW:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

 

Penyusun: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: