Bolehkah Berjabat Tangan dengan Penghalang?

saling-bersalaman.jpg

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya : apakah boleh berjabat tangan dengan kerabat perempuan di balik penghalang atau alas?

Jawaban :

Kerabat perempuan apabila mereka mahrom, maksudnya perempuan-perempuan yang diharamkan untuk dinikahi-maka ia boleh berjabat tangan dengannya di balik penghalang/alas atau bersentuhan langsung.

Karena seorang mahrom boleh melihat perempuan yang menjadi mahromnya, meliputi ; melihat wajah, kedua telapak tangan dan kedua kakinya dan apa yang telah disebutkan oleh para ulama.  Adapun kerabat perempuan yang bukan mahrom, maka ia tidak boleh berjabat tangan dengannya, baik dengan panghalang/alas ataupun tanpa penghalang / alas. Meskipun hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka.

Wajib atas seseorang membatalkan kebiasaan tersebut karena menyalahi syariat, karena meraba/menyentuh lebih besar (dosanya) daripada melihat.

Dan biasanya (kemungkinan) syahwat terpicu dengan sebab meraba/menyentuh lebih besar daripada terpicunya dengan sebab pandangan. Sehingga apabila seseorang tidak diperkenankan melihat telapak tangan perempuan yang bukan mahromnya, maka bagaimana mungkin ia diperkenan memegang tangan tersebut.

Sumber : Fataawaa asy-Syaikh al-Utsaimin 2/901


Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: