Buah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Dirumah

abc.jpg

Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan syiar agama islam yang agung, bahkan sebagian ulama menyimpulkan bahwa seluruh para nabi diutus untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran). Tanpa amar ma’ruf nahi mungkar risalah nabi tak akan tersampaikan, tanpanya agama hanya akan berupa simbol tanpa wujud bahkan jika amar ma’ruf nahi mungkar ditiadakan, maka bubarlah agama islam.

Oleh karena itu Allah SWT berfirman berfirman:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran: 104).

Sedangkan definisi ‘makruf’ dan ‘munkar’ bisa anda baca pada artikel yang berjudul ‘Beberapa Istilah Penting dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar.’

Wanita muslimah memiliki andil yang sangat penting dalam amar ma’ruf nahi mungkar, tanpa peran seorang ibu atau istri dirumah, amar ma’ruf nahi mungkar sulit untuk terlaksana. Karena menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran harus diwujudkan mulai dari komunitas yang terkecil yaitu keluarga, kemudian komunitas yang lebih besar lagi dan begitulah seterusnya.

Amar ma’ruf nahi mungkar tak selalu dalam perkara-perkara besar, dengan mendidik anak dengan didikan islami sejak kecil, mengajarkan mereka sholat, membiasakan anak kepada sifat-sifat baik dan menjauhi sifat-sifat buruk juga termasuk amar ma’ruf nahi mungkar. Mengingatkan suami untuk sholat berjamaah ke masjid ketika adzan berkumandang, mengingatkan suami ketika berbuat salah atau maksiat juga termasuk amar ma’ruf nahi mungkar.

Wanita muslimah akan selalu memiliki peran penting dalam suatu masyarakat. Bahkan jika suatu masyarakat ingin membentuk generasi kedepan yang lebih baik, mereka harus memperbaiki perempuan-perempuan mereka, karena merekalah calon-calon ibu yang akan menjadi sekolah pertama bagi anak. (Baca: Mengapa Amar Ma’ruf Nahi Munkar Butuh Peran Wanita?)

Oleh Karena itu Nabi SAW menggambarkan wanita sholehah sebagai sesuatu yang paling berharga, beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

Maukah kamu aku kabarkan dengan sesuatu yang paling berharga dari apa yang disimpan oleh seseorang? (ia adalah) Wanita sholihah, jika dipandang maka dia menyenangkan, jika diperintahkan maka dia taat, dan jika suaminya tidak ada maka dia menjaganya”. (HR. Abu Dawud 1666).

Jika amar ma’ruf nahi mungkar sudah terwujud dalam suatu keluarga, maka akan memberikan buah yang sangat berharga, diantaranya:

Pertama, suami akan terbantu untuk menjadi suami yang baik.

Istri yang menunaikan kewajibannya sebagai seorang Istri, membuktikan ketulusan cintanya kepada sang suami, dan menginginkan kebaikan bagi suaminya serta perhatian kepada urusan agama suami akan menuai buah dari usahanya. Andai sebelumnya suami memiliki banyak kekurangan dalam melaksanakan agama, ia akan termotivasi untuk menutupi kekurangan-kekurangannya tersebut, jika suami adalah orang yang sholeh, dengan dukungan istri ia akan semakin mantap berpegang kepada agama. Dan itu semua buahnya akan kembali kepada istri dan anak-anak. Pepatah arab mengatakan:

وراء كل رجل عظيم امرأة

“dibalik setiap lelaki hebat, ada wanita.”

Kedua, terciptanya keluarga rabbani.

Jika suami sudah baik, menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga, maka anak-anakpun akan mudah didik menjadi generasi yang sholeh dan sholehah. Mendidik dan membesarkan anak untuk menjadi pribadi yang religious memang tak mudah, membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dari orang tua. Tapi percayalah bahwa Allah SWT tak akan menyia-nyiakan usaha tersebut. Suatu saat orang tua akan menuai hasil jerih payahnya mendidik anak ketika mereka tumbuh menjadi anak sholeh/sholehah yang berbakti kepada orang tua.

Walau suami adalah kepala keluarga, tapi dalam masalah anak peran istri jauh lebih banyak karena ibu lebih banyak bersama anak dibanding bapak. Dan ibulah yang akan membentuk karkter anak yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak.

Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata, “perintahlah mereka untuk taat kepada Allah dan ajarilah mereka hal-hal yang baik.”

Imam Ibnul Qayyim berkata dalam kitab ‘Tuhfatul Maudud’ “perintah Allah kepada orang untuk berbuat baik kepada anak lebih dahulu dibanding perintahNya kepada anak untuk berbuat baik kepada orang tua. Orang tua yang tidak mengajari anaknya hal-hal yang bermanfaat dan melalaikan mereka, maka ia telah berbuat durhaka kepada anak. Bahkan kebanyakan anak rusaknya disebabkan oleh orang tua karena mereka telah membiarkan anak mereka dan tidak mengajarkannya perintah-perintah agama, mereka melalaikan anak-anak mereka sehingga anak-anak mereka tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari orang tuanya, dan ketika mereka besar juga tidak memberikan manfaat apa-apa kepada orang tua.”

Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah wa mawadah wa rahmah serta dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholehah yang tidak hanya membawa kebahagiaan di dunia, tapi juga sampai akhirat kelak.

Penulis: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: