Bulan Sya’ban (Bagian 1)

Bulan-Syaban-1.jpg

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah rabb semesta alam, akibat yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa, tidak ada permusuhan melainkan terhadap orang-orang yang berbuat zhalim dan melampoi batas. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak untuk diibadahi selain Allah semata dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada beliau beserta keluarga dan para sahabatnya.

Berikut ini adalah beberapa persoalan terkait dengan bulan sya’ban. Semoga kita dapat mengambil faedah darinya. Aamin

 

Pertama, Keutamaan puasa di bulan Sya’ban

Di dalam shahihain (shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim) dari ‘Aisyah-semoga Allah meridhoinya-, ia berkata,

ما رأيت النبي صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر صياماً منه في شعبان

Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpusa selama satu bulan penuh kecuali (puasa pada bulan) Ramadhan, dan aku juga tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa pada suatu bulan daripada pada bulan sya’ban (HR. Al-Bukhari, 1969, dan Muslim, 1156).

Di dalam shahih al-Bukhari dalam suatu riwayat disebutkan,

كان يصوم شعبان كله

Beliau pernah berpuasa di bulan sya’ban seluruh (hari)nya.

Dalam shahih Muslim dalam suatu riwayat, disebutkan,

كان يصوم شعبان إلا قليلاً

Beliau hampir berpuasa (seluruh hari) bulan sya’ban kecuali sedikit saja.

Imam Ahamd (21753) dan an-Nasai (2357) meriwayatkan dari hadis Usamah bin Zaed-semoga Allah meridhai keduanya-, ia berkata, ‘tidaklah beliau (yakni, nabi ﷺ) (banyak) berpuasa pada suatu bulan daripada puasa yang beliau lakukan di bulan sya’ban. Ia (usamah bin Zaed) berkata kepada beliau,’ saya tidak melihat Anda berpuasa sebagaimana yang Anda lakukan di bulan sya’ban. Beliau menjawab,

ذاك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين عز وجل فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

Sya’ban adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, yang berada antara bulan Rajab dan Ramadhan. Sya’ban  adalah bulan di mana amal-amal itu diangkat kepada rabb semesta alam Dzat yang Maha perkasa lagi Mulia. Maka, aku suka agar amalku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa. Di dalam kitab al-furu’ (halaman 120, juz 3 cetakan Alu Tsani) dikatakan, “isnad hadis ini jayyid (bagus). Wallahu a’lam

Faedah :

Di antara faedah yang dapat kita petik dari beberapa riwayat hadis di atas adalah :

  1. Disyariatkannya berpusa sunnah di bulan sya’ban berdasarkan tindak Rasulullah -.
  2. Bahkan, puasa sunnah di bulan sya’bah hendaknya diperbanyak oleh karena Rasulullah ﷺ banyak berpuasa sunnah pada bulan tersebut.
  3. Diantara hikmahWallahu a’lam– dari puasa di bulan sya’ban yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ adalah : pertama, karena pada bulan tersebut diangkat amal-amal kepada Allah azza wajalla, sementara puasa merupakan amal shaleh yang sangat utama, tidak ada yang semisal dengannya dalam hal pahala, mengendalikan nafsu, menepis rongrongan godaan setan, sehingga diharapkan pada saat amal-amal tersebut diangkat seorang hamba membawa amal-amal yang utama tersebut. kedua, dengan melakuan banyak amal shaleh seperti puasa maka seorang hamba tidak menjadi bagian mayoritas manusia yang banyak lalai dari mengingat Allah pada bulan tersebut.

Sumber :   توجيهات تتعلق بشهر شعبان, fatawa Wa istisyaaraat Mauqi’ al-islam al-Yaum, para ulama dan penuntut Ilmu, 7/105, Maktabah Syamilah. Dengan gubahan dan tambahan dari penerjemah

Amar Abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: