Bunda,, Jaga Agama si Buah Hati Sejak Dini

images1.jpg

Sayang anak bukan berarti memberi semua pintanya, membenarkan semua tindakannya. Mendidik anak dalam islam berarti menyiapkan generasi berikutnya untuk kemaslahatan agama dan ummat, karena anak yang dididik tersebut hingga menjadi soleh/solehah berarti mengamankan salah-satu kunci surga bagi orangtua, sebagaimana anak soleh yang berbakti kepada kedua orangtuanya juga sedang menyiapkan surganya kelak.

Dalam proses memperkenalkan si buah hati tentang agamanya, seringnya sebagian kita hanya fokus ke sisi Amar Makruf, seperti mengajaknya beribadah bersama, membiasakan shalat, puasa dll. padahal sisi Nahi Munkar juga sama pentingnya, karena pada kedua sisi tersebutlah agama ditegakkan, ada sisi yang dilakukan karena Allah, dan ada sisi juga yang ditinggalkan bukan ditinggalkan begitu saja, namun juga karena perintah Allah dan rasul-Nya. Berikut beberapa contoh larangan yang mana si buah hati juga dibiasakan dikenalkan dengannya sejak dini:

 

  1. Anak kecil diberitahukan sejak dini tentang larangan meyakini hal-hal yang bersifat takhayul, klenik, khurafat, dsbg. larang jika mereka mengatakan hal-hal yang demikian, sebagaimana Nabi pernah melarang anak kecil yang beranggapan bahwa Nabi dapat meramal hari esok.
  2. Koreksi juga kesalahan-kesalahan mereka dalam beribadah, ketika shalat misalnya. Sebagaimana Nabi juga pernah mengkoreksi kesalahan Ibnu Abbas kecil pada shalatnya.
  3. Jangan biarkan si buah hati memakan makanan yang haram, Nabi pernah melarang cucunya Hasan dari memakan kurma sedekah (Nabi dan keturunannya dilarang memakan harta sedekah)
  4. Tegur mereka jika tak berakhlak yang mulia, ajari jangan dibiarkan. Seorang yatim kecil Umar Bin Abi Salamah pernah ditegur Nabi tentang adab makan ketika makan bersama beliau.
  5. Pada gaya rambut dan gaya pakaiannya, banyak sekali anak-anak kaum muslimin yang bergaya menuruti style orang-orang kafir, Nabi pernah melarang anak kecil untuk dipangkas dengan bentuk Qazha’ (cepak dsbg)
  6. Untuk anak laki-laki, jangan dibiarkan memakai pakaian yang menyerupai pakaian anak perempuan. Nabi melarang kaum lelaki dari memakai sutra yang mana adalah perhiasan wanita.
  7. Anak-anak kaum muslimin dilarang dari mendengarkan musik dan permainan yang melalaikan lainnya dll.

 

Kenapa Islam begitu menjaga penganutnya sejak kecil? Karena pemuda adalah masa depan umat dan tulang punggung peradabannya, rusaknya mereka menyebabkan rusaknya umat. Untuk itu musuh-musuh Islam berkerja siang malam menciptakan segala hal-hal yang dapat merusak generasi muda kaum muslimin, baik itu yang tampak seperti musik, rokok dan narkoba, ataupun yang tak nampak namun pasti seperti trend fashion dan pergaulan yang menjauhkan pemuda dari identitas keislaman mereka. Dan Ibu adalah sosok yang paling memiliki pengaruh terhadap anaknya, semakin saleha seorang ibu semakin baik pula anak-anaknya.

 

Semoga Allah Ta’ala menjaga segenap anak-anak kaum muslimin, Aamiin.
Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

penulis: Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

Rujukan:

الاحتساب على الأطفال ص ٧٢-٧٣ بالتصرف

تأليف: د. فضل إلهي

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: