Butuhnya Seorang Hamba kepada Rabbnya

Butuhnya-Seorang-Hamba-kepada-Rabbnya.jpg

Saudaraku seiman…

Seseungguhnya Allah tabaraka wata’ala berfirman di dalam kitabNya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ . إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ . وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ.

Wahai manusia ! Kalianlah yang memerlukan Allah ; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki niscaya Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluq yang baru (untuk menggantikan kalian). Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah (Qs. Fathir: 15-17)

 

Saudaraku seiman…

Memerlukan Allah subhanahu wata’ala merupakan kondisi setiap makhluk dalam kehidupannya. Betapa tidak?! sementara Allah berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاء Wahai manusia ! Kalianlah yang memerlukan Allah. Allah menyampaikan hal ini kepada seluruh manusia. Maka, seorang raja ia memerlukan Allah, orang-orang yang memiliki harta melimpah membutuhkan Allah, para pemuda, orang yang telah lanjut usia, seorang budak, anak yang masih kecil semuanya membutuhkan Allah. Semua yang ada di muka bumi ini membutuhkan Allah. Allah sendirilah Dzat yang Maha kaya yang tidak memerlukan sesuatu secara muthlak. Dialah Dzat yang telah berfirman (dalam hadis Qudsi):

يا عبادي! كلكم جائع إلا من أطعمته فاستطعموني أطعمكم، يا عبادي! كلكم عار إلا من كسوته فاستكسوني أكسكم، يا عبادي! كلكم ضال إلا من هديته فاستهدوني أهدكم.

Wahai hamba-hambaKu, kalian semua itu lapar kecuali siapa yang aku beri dia makan. Maka, mintalah makan kepadaKu niscaya Aku beri kalian makan. Wahai hamba-hambaKu kalian semua itu telanjang kecuali siapa yang Aku beri dia pakaian. Maka, mintalah pakaian kepadaKu niscaya Aku beri dia pakaian. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua itu sesat keculai siapa yang Aku beri petunjuk. Maka, mintalah petunjuk kepadaKu niscaya Aku beri petunjuk. (HR.Muslim: 2577)

 

Saudaraku seiman…

Sedemikian kita semua sangat membutuhkan agar rabb kita memberi makan kepada kita, memberikan pakaian kepada kita, menunjukkan kita kepada jalan yang lurus. Kemudian setelah itu, Allah memberikan penjelasan kepada kita tentang ketidak butuhanNya secara muthlaq terhadap kita semuanya, seraya berfirman:

يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم ما زاد ذلك في ملكي شيئاً، يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أفجر قلب رجل واحد منكم ما نقص ذلك من ملكي شيئاً

Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga. (HR.Muslim: 2577)

Kemudian, Allah menjelaskan kesempurnaam ketidak butuhanNya kepada makhluq dalam perkara kelembutan, kebaikan dan pemberian, seraya berfirman:

يا عبادي! لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم قاموا في صعيد واحد فسألوني فأعطيت كل واحد مسألته، ما نقص ذلك من ملكي شيئاً إلا كما ينقص المِخْيَطْ إذا أدخل البحر

Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut. (HR.Muslim: 2577)

Maka, perhatikanlah kesempurnaan sifatNya yang tidak membutuhkan kepada makhluqNya secara muthlaq dari segala sisi. Dan perhatikanlah pula betapa luar biasanya kebutuhan kita kepadaNya di mana kebutuhan kepadaNya meliputi segala segi, kita membutuhkanNya dalam urusan makan kita, pakaian kita, dalam urusan petunjuk dan dalam segala sesuatunya.

Wahai anak Adam, perhatikanlah kehidupan Anda, dalam kehidupan Anda terdapat proses masuk dan keluarnya udara. Jika proses ini terhenti akan dikatakan kepada Anda oleh orang-orang, “ semoga Allah merahmati si fulan”, ia terkena serangan jantung, jantungnya berhenti berdetak, lalu ia meninggal dunia.

Boleh jadi udara itu naik, namun ia tidak masuk ke dalam, bisa jadi pula udara itu masuk ke dalam namun kemudian ia tidak keluar. Maka inilah kondisi yang dialami, maka seolah-olah orang tersebut menggali tanah hingga sangat dalam, atau ia naik ke puncak gunung yang amat tinggi.

Maka, inilah kondisi kita, inilah dia kebutuhan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Dan inilah pula ketidak butuhanNya kepada makhluqNya secara muthlaq.

Wallahu a’lam  

Sumber :

افتقار العبد إلى ربه (Iftiqaru al-‘Abdi Ilaa Rabbihi) dalam حقيقة لا إله إلا الله (1/2) karya, Syaikh Dr. Safr bin Abdurrahman al-Hawaliy

Penerjemah :

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: