Dampak Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat

awan-gelap.jpg

Pembaca yang budiman…

Dampak hukum yang berlaku bagi orang yang meninggalkan shalat dan menyebabkan kafir adalah seperti dampak hukum yang berlaku bagi orang murtad, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.

Pembaca yang budiman…

Di antara hukum yang berkaitan dengan duniawi adalah sebagai berikut:

1.Tidak Diperbolehkan Menikah dengan orang Tersebut.

Mengapa ? Karena orang kafir tidak halal menikah dengan wanita muslimah, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal bagi mereka.” (Qs. Al-Mumtahanah: 10).

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.” (Qs. Al-Baqarah: 221).

2. Jatuh Kekuasaan Perwaliannya.

Laki-laki kafir tidak diperbolehkan menjadi wali bagi anak-anak wanitanya atau kerabat-kerabatnya, ia tidak boleh menikahkan salah seorang di antara mereka. Karena ia tidak memiliki kekuasaan perwalian atas seorang muslim.

 

3. Tidak Memiliki Hak Mengasuh Anak.

Ia tidak memiliki hak mengasuh anak-anaknya, karena orang kafir tidak memiliki hak mengasuh anak muslim. Dan sekali-kali Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir atas orang-orang mukmin.

4. Haram Memakan Hewan Sembelihannya.

Binatang yang disembelihnya haram dimakan, karena di antara syarat halal hewan sembelihan, hendaknya yang menyembelih adalah seorang muslim, atau ahli kitab yaitu orang Yahudi atau Nasrani, adapun orang murtad tidak termasuk golongan mereka ini, maka binatang sembelihannya menjadi haram.

5. Tidak Diperbolehkan Memasuki Makkah dan Tanah Haram Lainnya.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.” (At-Taubah: 28).

 

Adapun hukum yang berkaitan dengan ukhrawi di antaranya:

1. Jika mati tidak boleh dimandikan, tidak dikafani, tidak dishalatkan atau dikuburkan di lingkungan orang Islam.

Mengapa ? karena ia bukan seorang muslim. Lalu, dimana ia dikuburkan ? hendaknya ia dikuburkan di tempat tersendiri agar keburukannya tidak menodai orang lain, atau mengganggu anggota keluarga yang berziarah ke kuburan. Tidak boleh bagi seseorang atau kerabatnya untuk mendoakan mayit yang sudah diketahui tidak shalat agar diberi limpahan rahmat, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahannam.” (Qs. At-Taubah: 113).

Pembaca yang budiman.. barangkali anda bertanya, apakah orang yang meninggalkan sholat termasuk musyrik ? maka, cukuplah sabda Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam berikut ini sebagai jawabannya, beliau bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ.

“Pembatas/pemisah antara seorang muslim dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim). Jadi, hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat termasuk jenis kemusyrikan,

2. Pada hari Kiamat kelak akan dikumpulkan bersama-sama Fir’aun, Haman, Qarun dan Ubai bin Khalaf (pemimpin orang-orang kafir).

Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

من لم يحافظ على الصلوات الخمس كان يوم القيامة مع فرعون وهامان وقارون وأبي ( رواه الطحاوي في مشكل الآثار ـ الطحاوى )

Barangsiapa yang tidak menjaga sholat-sholat yang lima waktu, maka nanti pada hari kiyamat dikumpulkan bersama Fir’aun, Haman, Qorun dan Ubay ( HR. ath Thohawi di dalam Musykilul Aatsaar).

Mungkin anda bertanya …di manakah tempat berkumpulnya mereka ? NERAKA, itulah jawabannya.  –na’udzu billahi minszalika.   Wallohu a’lam

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau (Abu Umair)


Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah.net
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: