Dimanakah Kebahagiaan Yang Hakiki?

Untitled-2.jpg

Barang siapa mencari kenyamanan sempurna dan kebahagiaan hakiki di dunia, maka dia ibarat orang yang mencari bara api di dalam air. Seperti dikatakan Abu al-Hasan Ali bin Muhammad bin Fahd at-Tihami dalam salah satu penggalan bait sya-irnya,

Dunia dicipta untuk yang kotor

Sedang kamu menghendaki kesucian

dari kotoran dan kekejian

Orang yang memaksakan diri

melawan sifat dan watak dunia

bagaikan orang yang mencari bara api di dalam air.


Pembaca yang semoga dirahmati oleh allah
Di dalam al-Qur’an, kata sa’adah (kebahagiaan) atau kata isytiqaq (pecahan kata) nya hanya disebutkan dalam satu tempat, (Allah azza wajalla berfirman),

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

Adapun orang-orang yang berbahagia maka tempatnya di dalam Surga. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika tuhanmu menghendaki (yang lain) ; sebagai karunia yang tiada putus-putusnya (Qs. Huud : 108)

Maka, tidak ada kebahagiaan sempurna selain di Surga,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ (54) فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ(55)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai. Di tempat yang disenangi di sisi tuhan yang berkuasa (Qs. Al-Qamar : 54-55)

Dalam hadis disebutkan,

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ وَأَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « يُنَادِى مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلاَ تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلاَ تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلاَ تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ  أَنْ تَنْعَمُوا فَلاَ تَبْتَئِسُوا أَبَدًا ». فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ (وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ)

Abu Sa’id al-Khudriy dan Abu Hurairah-semoga Allah meridhai keduanya- meriwayatkan dari Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda, (kelak akan ada) penyeru yang menyeru, “Sesungguhnya kalian akan menikmati kesehatan selalu, maka kalian tidak akan sakit selamanya. Sesungguhnya kalian akan hidup selamanya, maka kalian tidak akan mati untuk selamnya. Sesungguhnya kalian akan menjadi muda dan tidak akan pernah tua selamanya. Dan kalian akan merasakan nikmat selamanya dan tidak akan sedih selamanya. Maka demikian itu adalah firman Dzat yang mulia lagi maha Agung, (yang artinya) “Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”  (HR. Muslim, no. 7336)

Di surga tidak terdapat aib dan kekurangan-kekurangan dari manusia yang nampak ketika ia hidup di dunia. Tidak ada kotoran yang keluar dari tubuh manusia seperti : air kencing, tinja, keringat, haid dan nifas.

Selama masih ada kekurangan-kekurangan dan ketidaknyamanan yang dirasakan ketika di dunia, maka kebahagiaan yang sempurna itu tidak akan ada. Bahkan, seseorang tidak mungkin bisa menghindar dari kesusahan dan kesedihan di dunia karena dunia merupakan rumah cobaan dan ujian.
Manusia hidup di dunia untuk bekerja dengan bersusah payah.

Wallahu a’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Jaddid Imanaka”, Mukmin Fathi al-Haddad. (Edisi Indonesia, hal. 58-59)

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: