Doa Agar Terhindar Dari Kesyirikan

Doa-Agar-Terhindar-Dari-Kesyirikan.jpg

Salahsatu perkara yang sangat terlarang di dalam Islam adalah “kesyirikan”, menyekutukan Allah dengan yang lainNya. Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun (Qs. an-Nisa : 36).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy mengatakan, “(dalam ayat ini) Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk beribadah hanya kepadaNya semata tidak ada sekutu bagiNya, yaitu dengan memposisikan diri sebagai seorang yang terbelenggu dalam perbudakan peribadatan kepadaNya, yang selalu siap menerima perintah dan laranganNya dengan penuh cinta, kerendahan diri dan keikhlasan kepadaNya dalam segala bentuk ibadah yang nampak dan yang tersembunyi. (Dan dalam ayat ini pula) Allah juga melarang (hamba-hambaNya) dari melakukan tindakan menyekutukanNya dengan yang lainNya, tidak dibedakan apakah kesyirikan tersebut besar ataukah kecil. (Tafsir as-Sa’diy, 1/177)

Bagaimana agar kita terhindar dari kesyirikan ?

Salah satu caranya adalah dengan kita berdoa memohon perlindungan kepada Allah ta’ala, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam– , yaitu,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَناَ أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا لاَ أَعْلَمُ

[Allahumma innii a’udzubika an-usyrika bika wa ana a’lamu, wa astaghfiruka mimma laa a’lamu]

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik dalam keadaan tahu, dan aku memohon ampunan dari apa yang tidak aku ketahui (HR. al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad, No.716)

Hal demikian itu karena, doa merupakan salah satu senjata seorang muslim yang akan mengantarkan dirinya kepada meraih kebaikan di sisiNya dan dengannya pula seorang muslim akan terlindung dari marabahanya yang mengancamnya, oleh karena itu, seorang hamba sangat dianjurkan atau bahkan diharuskan untuk banyak berdoa kepada Allah dalam banyak kesempatan.

Adapaun dalam doa yang Nabi ajarkan ini seorang hamba dibimbing untuk memohon perlindungam kepada rabbnya -Dzat yang membolak balikan hati manusia agar dirinya terlindungan dengan perlindungan Dzat yang Maha Kuat, Dzat yang Maha Perkasa, Dzat yang bila diminta memberi- dari terjerumus ke dalam perbuatan menyekutukanNya baik yang nampak maupun yang tersembunyi di dalam dada, perbuatan yang merupakan suatu dosa yang tidak akan mendapatkan ampunan dariNya mana kala seseorang meninggal dunia sementara ia belum bertaubat darinya, dosa yang akan menyebabkan pelakunya nestapa dan merugi di akhiat kelak, dosa yang merupankan bentuk kezhaliman kepada rabbnya yang sangat besar.

Ketika seorang hamba memanjatkan doa ini ia menyakini bahwa sesungguhnya tidaklah pantas kesyirikan itu dilakukan seorang hamba kepada rabbnya, karena Dialah Dzat yang telah menciptakannya, Dzat yang telah mengaruniakan kepadanya seabreg kebaikan yang tak terhitung jumlahnya, pantaskah kiranya Dzat yang demikian itu disekutukan ? tidak, tentulah itu jawabannya.

Sungguh kita sedemikian butuh terhadap perlindungan dari Allah ta’ala agar kita tidak terjerumus ke dalam perbuatan dan tindakan kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar. Karena sedimikian besar rongrongan hawa nafsu kita, didukung oleh setan yang tidak bosan-bosannya mengajak manusia menyembah dirinya agar dia dan orang yang mau menuruti ajakannya bersama dengannya nantinya di Neraka yang telah Allah telah siapkan bagi siapa saja yang ingkar kepadaNya, siapa saja yang memalingkan ibadahnya kepada selainNya.

Doa ini, bisa kapan saja Anda panjatkan mengingat tidak ada keterangan yang menjelaskan tentang waktu khusus di mana seorang hamba dapat memanjatkannya. Begitu pula Anda dapat memanjatkan doa ini sesering mungkin atau sebanyak mungkin mengingat tidak ada keterangan yang menjalaskan adanya batasan jumlah tertentu agar doa tersebut dipanjatkan. Semakin banyak dan semakin sering Anda memanjatkan doa ini berarti semakain banyak dan semakin sering pula Anda memohon perlindungan kepada Allah ta’ala, dengan demikian Anda selalu merasa butuh kepada perlindungan Allah ta’ala dari terjerumus ke dalam tindakan menyekutukanNya.

Bisa saja seorang terjatuh ke dalam kesyirikan namun ia tidak menyadarinya, maka dari itulah Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- membimbing kita agar kita memohon ampun kepadanya atas dosa yang bisa jadi kita tidak secara sadar melakukannya, atau kita tidak mengetahui bahwa hal tersebut adalah termasuk bentuk sebuah dosa dan kesalahan.

وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا لاَ أَعْلَمُ

“dan aku memohon ampunan dari apa yang tidak aku ketahui.”

Demikian, beliau mengajari kita agar kita memohon ampunan kepadaNya.

 

Boleh jadi, tatkala kita melakukan amal shaleh, ada unsur yang mendorongnya selain keinginan untuk mendapatkan ridha Allah ta’ala. Mungkin, berupa keinginan atau hasrat untuk mendapatkan pujian dan sanjungan manusia. Atau, boleh jadi ditengah-tangah amal shaleh kita, tiba-tiba muncul dalam hati kita memaksudkan dengan amal shaleh tersebut agar dilihat oleh manusia sementara kita tidak menyadarinya, sehingga kemudian terus saja dorongan itu ada hingga akhir amal shaleh yang kita lakukan. Jika ini yang terjadi, sungguh kerugian yang akan kita dapati nantinya. Oleh kerenanya, agar kita tidak merugi, kita memohon ampunan kepada Allah ta’ala, sehingga dosa kita tersebut diampuni dan kemudian kita dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala. Sehingga keberuntunganlah yang akan kita dapatkan nantinya.

Akhirnya, semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk banyak dan sering berdoa kepadaNya memohon perlindugan kepadaNya dari melakukan kesyirikan sementara kita mengetahuinya. Dan, semoga pula kita diberi taufiq untuk banyak dan sering berdoa memohon ampun kepadanya dari tindakan dosa menyekutukannya dan dosa yang lain sementara kita tidak menyadarinya atau kita tidak mengetahuinya bahwa hal tersebut merupakan bentuk menyekutukanNya. Aamiin

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

 

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: