Dzikir-dzikir Penghapus Dosa dan Kesalahan

penghapus-pensil.jpg

Pembaca yang budiman,

Telah kita ketahui bahwa taubat dan beramal sholeh merupakan sarana yang dengannya Allah mengampuni dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh hamba-hambaNya. Ada juga -pembaca yang budiman- sarana yang lainnya sebagai penghapus dosa, yang mana sebenarnya hal ini masuk dalam cakupan keumuman amal sholeh hanya saja, hal ini lebih spesifik pengerjaannya yaitu dengan menggunakan lisan. Hal yang saya maksudkan di sini yaitu, “membaca dzikir-dzikir penghapus dosa dan keslahan”.

Pembaca yang budiman,

Ada banyak lafazh dzikir yang dengannya kesalahan dan dosa seseorang akan dihapuskan, di mana dzikir-dzikir ini di baca pada momen-momen tertentu, misalnya seperti,

Membaca dzikir-dzikir penghapus dosa, misalnya, dzikir ba’da adzan, membaca subhanallahi wa bihamdihi, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil seusai shalat fardhu dengan jumlah tertentu, dzikir setelah makan, ketika mengenakan pakaian, adzan, mengucapkan aamiin, dan yang lainnya.

1. Dzikir Ba’da Adzan

Rasulullah bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا. غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Barang siapa yang ketika mendengar adzan membaca:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا

maka akan diampuni dosanya.” (HR. Muslim)

2. Subhanallahi Wa bihamdihi

Rasulullah bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang membaca: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ, dalam sehari 100 kali, dihapuskan kesalahannya walaupun seperti buih di lautan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3. Tasbih, Tahmid, takbir (33 x) dan Tahlil, seusai Shalat Lima Waktu

Rasulullah bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih selesai shalat 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir 33 kali maka itu 99 kali dan menggenapkannya seratus dengan kalimat:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

diampunilah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di laut.” (HR. Muslim)

4. Setelah Makan

Rasulullah bersabda,

“Barang siapa yang makan lalu membaca :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

(Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan aku dan memberi rizki tanpa daya dan kekuatanku), diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. At-Tirmidzi)

5. Setelah mengenakan pakaian

Rasulullah bersabda,

“Barang siapa yang memakai pakaian lalu membaca:

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ

(Segala puji bagi Allah yang telah memberi pakaian kepadaaku dan memberi rizki tanpa daya dan kekuatanku), diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR.Abu Dawud)

6.  Adzan

Rasulullah bersabda,

إِنَّ الْمُؤَذِّنَ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ

“Sesungguhnya muadzin diampuni dosanya sejauh mana suaranya.” (HR. Ahamad)

7. Bertepatan ucapan “Aamiin”nya dengan aamiin malaikat

إِذَا قَالَ اْلإِمَامُ (غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ) فَقُوْلُوْا: آمِيْنَ، فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Apabila imam menucapkan ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin, maka ucapkanlah aamiin, karena barang siapa yang amiinya bertepatan dengan aamiinnya Malaikat maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Penyusun : Ustadz Amar Abdullah Abu Umair

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: