Hadiah Nabawiyah; Seumur Hidup Meski Hanya Sekali

Hadiah-Untuk-Muslimah.jpg

Saudariku Muslimah

Hadiah nabawiyah ini mempunyai pahala besar.

Allah mengampuni dosa-dosamu dengannya, yang pertama dan yang terakhir, yang kecil dan yang besar, yang samar dan yang jelas, yang lama dan yang baru.

Bukankah engkau melihat bahwa ia adalah hadiah yang sebenarnya?

Marilah kita mengenal hadiah nabawiyah yang sepantasnya engkau melaksanakannya meskipun cuma satu kali seumur hidupmu.

Seorang sahabat yang mulia Ibnu Abbas –semoga Allah meridhainya– meriwayatkan bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda kepada Abbas bin Abdil Muththalib –semoga Allah meridhainya–   . “Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah kamu menerima pemberianku, hadiah ku dan bingkisanku, maukah kamu aku tunjukkan sepuluh keutamaan, apabila engkau melaksanakannya niscaya Allah akan mengampuni dosamu, yang pertama dan yang terakhir, yang lama dan yang baru, yang tidak disengaja dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, dan yang samar dan yang terang. Sepuluh keutamaan itu adalah: Hendaklah engkau melaksanakan shalat empat rakaat, pada setiap rakaatnya engkau membaca al-Fatihah dan surat lainnya, jika engkau telah selesai membaca pada rakaat pertama ucapkan pada keadaan berdiri 

“Mah suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha besar (sebanyak 15 kali)

Kemudian ruku’lah dan bacalah (doa di atas) dalam keadaan ruku’ sebanyak 10 kali, kemudian bangunlah dari ruku’ dan membacanya 10 kali. Kemudian engkau bersujud dan membacanya dalam keadaan sujud 10 kali, kemudian engkau duduk dari sujud dengan membacanya 10 kali, kemudian engkau bersujud dengan membacanya 10 kali, kemudian engkau duduk dari sujud sambil membacanya 10 kali, semunya 75 dalam satu rakaat, lakukanlah itu dalam empat rakaat, dan jika engkau dapat melaksanakannya dalam sehari satu kali, maka lakukanlah. Jika tidak, maka sekali dalam sepekan, kalau tidak bisa maka sekali dalam sebulan, kalau tidak maka sekali dalam setahun dan kalau tidak sekali seumur hidup.

(Hadis hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud 1283, at-Tirmidzi 479, Ibnu Majah 1386-1387, Ibnu Khuzaemah 1216, al-Hakim 1/318-139 dan ath-Thabraniy 987, 11622 dalam al-Kabir)

(الخصلة : عشر خصال ) adalah الخلة yaitu : sepuluh macam sifat dosamu dan sepuluh macam dosa itu tersebut dalam sabdanya : أوله وأخره ‘yang pertama dan terakhir dan seterusnya”.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– menambahkan dengan ucapannya عشر خصال sesudah menyebutkan sifat-sifat (dosa), maksudnya: ini adalah sepuluh macam sifat dosa. Dan الخصال العشر (sifat-sifat yang sepuluh) adalah bagian-bagian yang sepuluh dari dosa-dosa. Sebagian yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan العشر الخصال adalah tasbih-tasbih, tahmid-tahmid, tahlil-tahlil dan takbir-takbir, semuanya masing-masing sepuluh kecuali pada saat berdiri.

Keutamaan dan ketinggian derajat sangat jelas dengan sabdanya :

ألا أعطيك ؟ ألا أمنحك ؟ ألا أحبوك ؟  dan semuanya bermakna satu. (أوله وأخره) yakni permulaan dan penghabisannya, hal itu karena manusia tidaklah terjerumus ke dalam dosa sekaligus akan tetapi ia mengerjakannya sedikit demi sedikit. Bisa juga maksudnya adalah dosa yang telah lewat dan yang akan datang.

(أن تصلي أربع ركعات)  engkau shalat empat rakaat, secara zhahirnya empat rakaat dengan sekali salam baik siang maupun malam. Ibnul Mubarak –semoga Allah merahmatinya– berkata : “Jika dia melaksakannya pada malam hari maka saya lebih menyukai salam dalam setiap dua rakaat, jika dia melakukannya siang hari maka terserah kepadanya, boleh salam (dalam dua rakaat) boleh juga tidak, hanya saja tasbih yang diucapkan sesudah sujud yang kedua menuntut adanya jilsah istirahah (duduk istirahat) (Aunul Ma’bud 4/126 karya Abu at-Thayyib, Tuhdatul Ahwaszi 2/597 karya : al-Mubarakfuriy.

Saudariku …

Sudahkah engkau memperhatikan hadiah nabawiyah di atas dan mengamalkan kandungannya?

Sudahkan engaku mempraktekkannya meski sekali seumur hidup?

Ini yang aku harapkan dari Allah dan ini pula yang aku idam-idamkan

Sumber: Dinukil dari “ Tuhfatu an-Nisa”, Abu Maryam Majdi Fathi As-Sayyid, Edisi Bahsa Indonesia : Bingkisan Istimewa bagi Muslimah,  hal. 76-79

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

One thought on “Hadiah Nabawiyah; Seumur Hidup Meski Hanya Sekali”

  1. amatullah berkata:

    Ini yang dinamakan sholat taubat kah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: