Hukum Duduk Istirahat

duduk.jpg

Pertanyaan

Kebanyakan saudara kita sedemikian perhatian dengan duduk istirahat dan mengingkari orang yang meninggalkannya. Oleh karena itu, apa hukum duduk istirahat itu, apakah (duduk tersebut) disyariatkan bagi imam, makmun dan orang yang shalat sendiriannya?

Jawab:

Duduk istirahat mustahab (disukai) bagi imam, makmum dan orang yang shalat sendirian. Duduk ini termasuk jenis duduk antara dua sujud. Duduk ini adalah duduk yang ringan, tidak disyaratkan di dalamnya dzikir dan tidak pula doa. Dan, barangsiapa meninggalkannya, maka tidak mengapa.

Beberapa hadis telah valid dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– dari hadis Malik bin al-Huwairits dan dari hadis Abi Humaid as-Sa’idy dan sekelompok sahabat –semoga Allah meridhai mereka- dan Allahlah pemberi taufiq.

Sumber :

Diterjemahkan oleh Amar Abdullah bin Syakir dari “Fatawa Muhimmah Tata’llaqu Bishshalat ”, Samahatu asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz, hal. 39 soal No. 26, penerbit : Muassasah al-Haramain al-Khairiyah, Riyadh. Dengan pemberian judul oleh penerjemah.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: