Hukum Menggunakan Sihir untuk Mewujudkan Tujuan yang Baik

Hukum-Menggunakan-Sihir-Untuk-Mewujudkan-Tujuan-yang-Baik1.jpg

Soal:

Bolehkah menggunakan sihir untuk mewujudkan tujuan yang baik? atau untuk memberikan rasa nyaman kepada kedua orang tua saya tentang sebuah persoalan seperti memberikan ketenangan kepada mereaka tentang pernikahanku dengan waita tertentu?

Jawab:

Sesungguhnya sihir termasuk ilmu dan perbuatan setan. Allah ta’ala berfirman,

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan  pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia (Qs. Al-Baqarah : 102)

Dan Allah ta’ala berfirman,

وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat. (Qs. Al-Baqarah : 102)

Dan Allah ta’ala juga berfirman,

وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى

Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.” (Qs. Thaha : 69)

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

” اجتنبوا السبع الموبقات ، قالوا : وما هن ، قال : الشرك بالله ، والسحر … الحديث ” ،

Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan. Para sahabat berujar, apa tujuh dosa yang membinasakan itu? beliau menjawab, menyekutukan Allah, sihir… (al-Hadits)

Dan beliau juga bersabda,

ليس منا من سَحَرَ أو سُحِرَ له

Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan sihir atau yang meminta untuk dilakukan sihir untuknya.

Berdasarkan ini, maka tidaklah boleh menggunakan sihir untuk tujuan apa pun. Karena sesungguhnya sihir itu sesuatu yang batil dengan segala bentuk dan ragamnya. Ia merupakan tindak kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan tidaklah dapat dijadikan sebagai jalan untuk meraih kebaikan. Yang wajib adalah bagi orang yang memiliki tujuan  yang baik menempuh jalan yang disyariatkan atau yang tidak ada dosa padanya, dan akibat baiknya pun terjamin. Dan, Allah telah mencukupi hambaNya dengan sesuatu yang dihalalkan bagi mereka. Maka bagiNya segala puji dan syukur atas karuniaNya tersebut.

Sumber :

Ajwibah Mufidah ‘An As-ilatin ‘Adiidatin, 1/55, حكم استعمال السحر في تحقيق أغراض جيدة , dijawab oleh Syaikh Abdurrahman al-Buraik.

Penerjemah : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: