Hukuman bagi Pelaku Zina di Dunia

pezina.jpg

Pembaca yang budiman…

Syariat islam membedakan hukuman di dunia antara pelaku zina yang belum menikah dengan pelaku zina yang telah menikah.

Hukuman bagi pelaku zina yang belum menikah, al-Qur’an menjelaskan di dalam Surat Nuur (24) : 2, Alloh berfirman,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (2) الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (3)

Artinya :  perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

Adapun pelaku zina yang telah menikah, maka hukuman mereka dijelaskan di dalam hadis nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai berikut ;

Dari Ubadah bin Shamit –semoga Allah meridhainya- bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

Ambillah dariku, ambillah dariku. Allah telah menetapkan ketentuan bagi mereka; Perjaka yang berzina dengan perawan (hukumannya) dicambuk 100 kali dan dibuang selama setahun, dan laki-laki yang sudah pernah menikah (yang berzina ) dengan perempuan yang sudah pernah menikah (hukumannya) adalah dicambuk 100 kali dan dirajam. (HR. Ahmad)

Imam asy Syafi’i di dalam kitabnya ar-Risalah(no.380-382) menjelaskan bahwa hukuman cambuk 100 kal bagi pezina yang sudah menikah telah dimansuh (dihapus). Wallahu a’lam

 

Pembaca yang budiman…

Bagaimana pelaksanaan hukuman rajam? caranya adalah ; pelaku zina dibenamkan di dalam tanah sampai batas dadanya –sebagaimana dalam hadis Muslim- kemudian dilempari dengan batu beramai-ramai sampai mati.

 

Pembaca yang budiman…

Ditegakkannya hukuman ini di dunia merupakan bentuk penebus dosa bagi pelakunya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَصَابَ ذَنْبًا أُقِيمَ عَلَيْهِ حَدُّ ذَلِكَ الذَّنْبِ فَهُوَ كَفَّارَتُهُ

Barangsiapa yang melakukan suatu dosa lalu ditegakkan atasnya hukuman atas dosa tersebut, maka hukuman itu merupakan kaffarot (penebus dosa) baginya. Wallahu a’lam ( Abu Umair )

 

Gabung Juga Menjadi Fans Kami Di Facebook Hisbah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: