Istri Raja Ingin Berzina dengan Putra Angkatnya

Istri-Raja-Ingin-Berzina-dengan-Putra-Angkatnya.jpg

Ketika mendangar istilah “raja”, tentu yang terbayang adalah orang yang hidup penuh dengan kecukupan bahkan kemewahan duniawi, banyak harta benda yang dimilikinya. Bila mana sang raja demikian ini itu kondisinya, maka kira-kira tidak jauh beda dengan pasangan hidupnya. Namun, patut disayangkan ternyata harta kekayaan suaminya tersebut yang juga ia rasakan kemanfaatannya, tidak menjadikan hawa nafsunya merasa tercukupi olehnya dan oleh suaminya, seorang yang memiliki kedudukan di mata masyarakatnya.

Itulah ternyata yang dialimi oleh istri al-Aziz, yang bernama Zulaikha, nafsunya mendorongnya untuk melakukan perbuatan zina dengan putra angkatnya, yang bernama Yusuf bin Ya’qub. Allah azza wajalla berfirman,

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung (Qs. Yusuf : 23)

Apa gerangan yang mendorong nafsu Zulaikha sehingga berkeinginan untuk berzina dengan Yusuf ?

Bacalah firmanNya berikut ini niscaya engkau akan tahu faktor pendorongnya. Allah berfirman,

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata (Qs. Yusuf : 30)

Jadi, kecintaannya kepada Yusuflah yang sedemikian mendalam itulah yang menjadi faktor pendorong hawa nafsu si Zulaikha untuk melakukan zina dengan Yusuf.

Dari sini kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kecintaan seseorang kepada orang lain yang sedemikian mendalam dapat menjadi sebab yang mengantarkan kepada keburukan. Hal demikian itu bila mana rasa cintanya tersebut tidak terikat oleh aturan syariat yang membatasinya. Betapa banyak didapati banyak kasus terjadinya perzinaan atau yang mengantarkan untuk melakukan hal tersebut seperti perselingkuhan, pacaran dan seterusnya dilatar belakangi oleh rasa cinta yang sedemikian mendalam. Sehingga, pelakunya tak berpikir panjang dengan kerelaan hatinya ia menyerahkan mahkota kehormatannya dengan jalan yang keji dan nista.

Lain halnya bila rasa cinta itu diikat dengan aturan syariat, niscaya hawa nafsu seseorang akan terkendali dari melakukan perbuatan keji dan nista.

Jadi, tidak ada yang salah dengan “rasa cinta”. Maka dari itu, kita sangat butuh untuk membingkainya dengan aturan agama. Dan salah satu hal yang dapat membantu kita untuk membingkai “rasa cinta” kita dengan aturan agama adalah kita memperbanyak doa sebagaimana doa yang dicontohkan oleh kekasih kita Rasulullah Muhammad ﷺ sebagaimana tercermin dalam hadis berikut,

اللهم إني أسألك فعل الخيرات وترك المنكرات وحب المساكين وأنت تغفر لي وترحمني وإذا أردت فتنة قوم فتوفني غير مفتون أسألك حبك وحب من يحبك وحب عمل يقرب إلى حبك

Ya Allah, aku mohon kepadamu (pertoloangan untuk dapat) melakukan kebaikan-kebaikan, untuk dapat meninggalkan kemungkaran-kemunkaran, dan untuk mencintai orang-orang miskin, (Aku mohon pula kepadaMu agar bekenan) mengampuni (dosa-dosa)ku dan memberikan rahmat kepadaku. Dan, bila Engkau menginginkan menimpakan fitnah kepada suatu kaum maka matikanlah aku tanpa terkena fitnah. (HR. At-Tirmidzi, no. 3235).

Penulis : Amar Abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: