ISTRI SHALEHAH

Screenshot_1.jpg

Seorang muslimah yang taat pasti akan membela agamanya, dengan semampunya dan sekuat tenaga, menggunakan sarana-sarana yang ada untuk dapat terus mendakwahkannya, mau menegakkan syiar-syiar agamanya dimanapun ia berada, siap menjadi contoh yang baik untuk lingkungan sekelilingnya, dan melaksanakan risalah amar makruf nahi munkar pada hal-hal yang sesuai dengan keadaannya.

Adalah wanita muslimah seorang putri dari kedua orang tua, kakak atau adik diantara saudara-saudaranya, kelak pun akan menjadi seorang istri, pendamping hidup laki-laki baru dan bakal menjadi ibu untuk generasi yang akan mendatang yang harus dipersiapkan sebaik mungkin agar dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi dunia dan agamanya.

Telah banyak contoh dan permisalan bagaimana hendaknya seorang muslimah dapat menegakkan risalah diatas pada posisi yang sedang ia tempati, dan berikut ada satu contoh kisah inspiratif bagaimana seorang istri Shalehah dapat memberikan hidayah pada suaminya yang ahli maksiat:

 

“Alkisah, ada seorang laki-laki yang sudah berkeluarga namun gemar berwisata ke luar negeri untuk melampiaskan nafsunya, khamr dan zina bebas ia lakukan kapan saja dinegeri barat itu, siang-malam baik diruang publik maupun dalam bilik sepuas hatinya, dan sangat ia nikmati. Dunia ini baginya hanya tentang wanita dan harta, dan begitulah seterusnya, hingga pada suatu saat sekembalinya ia dari Prancis dan kembali beraktifitas bersama keluarganya lagi, namun yang ada fikirannya hanya tertuju pada tempat-tempat maksiat itu, pemandangan negeri kaum muslimin tak lagi indah, standar kehidupan menurutnya kini adalah apa yang digaung-gaungkan barat dengan segala kebebasannya, namun kisah belum berhenti sampai disini, lelaki ahli maksiat ini ternyata beristri seorang muslimah yang taat, berasal dari keluarga beragama, mengerti akan kewajibannya terhadap suaminya, maka iapun tak tinggal diam untuk mendakwahi sang suami.

Pelan-pelan dengan lemah-lembut sang istri terus mengajak suaminya kembali ke jalan yang benar, ia ingatkan suaminya akan kewajiban shalatnya tiap waktu, dan Allah pun sedikit demi sedikit membukakan pintu hati laki-laki tersebut melalui istrinya, maka mulailah lelaki itu kembali shalat walau mulanya hanya dirumah, tapi sang istri cukup maklum dengan proses tersebut, maka ia coba lagi sebutkan untuk suaminya keutamaan-keutamaan shalat berjamaah dimasjid dengan segala kelebihannya dan ternyata sang suami tergugah dengan keseriusan istrinya, maka ia pun lama-lama menjadi yang pertama kali datang ke mesjid diwaktu subuh.

Lalu sang istri jelaskan juga akan bahayanya berteman dengan teman-teman yang buruk maka ia pun meninggalkan mereka semua dan mencari teman-teman yang shalih. Si istri kemudian memberikan suaminya hadiah berupa mushaf Al Qur’an, sang suami terima dan mulai kembali lagi membaca ayat-ayat Rabbnya, dan seterusnya hingga sang suami terus menampakkan identitas muslimnya, janggut ia pelihara, celananya tak isbal lagi, rokok ia tinggalkan, dan rajin menghadiri majelis-majelis ilmu.

Kemudian mereka kembali hidup bahagia dengan karunia hidayah Allah Ta’ala, syukur terimakasihpun tak henti-hentinya terucap dari sang suami untuk istri tercinta yang betul-betul ingin agar mereka ke surga bersama-sama bukan ke neraka.

Rasulullah memang pernah bersabda:

“الدنيا متاع وخير متاعها المرأة الصالحة” رواه مسلم

Kehidupan dunia sungguh indah berharga layaknya perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah” HR Muslim

 

Penulis: Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

Disadur ulang dari artikel http://mohtasbat.almohtasb.com/main/page.aspx?id=0316761&article_id=4203

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: