Jaga Kesucian Diri dan Anakmu!

rumah-pantai.jpg

Salah satu problem yang mendera anak-anak kita terutama yang menginjak usia dewasa bahwa yang telah dewasa adalah “penyimpangan kecenderungan jiwa” yang kerap kali menodai kesucian diri. Pergaulan bebas pun kerap kali terjadi. Media sesungguhnya memiliki peran mewujudkan hal ini, begitu pula halnya dengan lingkungan. Tak kalah dari itu semuanya adalah perhatian dan pendidikan orangtua di rumah. Maka, merupakan PR besar  bagi orang tua untuk menghidupkan jiwa “menjaga kesucian diri” pada diri anak-anaknya.

Oleh karena itu, maka hal yang selayaknya dilakukan oleh para orang tua adalah mendidik anak-anaknya perihal keimanan adanya Dzat yang senantiasa mengawasi perbuatannya, baik dalam keramaian bersama khalayak ataupun dalam kesendirian ataupun dalam kondisi berduaan dengan teman pergaulannya.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid : 4)

Kemudian, tak kalah penting dari hal tadi adalah menanamkan kesadaran bahwa setiap apa yang diperbuatnya dicatat oleh malaikat Allah yang ditugasi untuk mencatat segala hal yang dilakukan oleh hambaNya. Sebagai mana firmanNya,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (10) كِرَامًا كَاتِبِينَ (11) يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ (12)

“Padahal Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar : 10-12)

Kesadaran hal ini, akan membantu mereka dalam bersikap dan bertindak, kesadaran mengenai hal ini akan mengerem keinginan-keinginan buruk yang sangat boleh jadi muncul karena seringnya mereka bergaul dengan teman-teman sebayanya yang sama-sama memiliki kecenderungan hati yang sama.

Bagian yang tak kalah pentingnya adalah orang tua harus mengingkatkan kasih sayang kepada mereka anak-anaknya berupa perhatian yang baik dan kedekatan hubungan dengan mereka sehingga hal ini diharapkan dapat memalingkan mereka dari menumpahkan rasa kecenderungan hatinya kepada orang lain yang berlebihan. Iklim ini penting untuk diciptakan oleh setiap orang tua. Karena, sangat boleh jadi karena faktor kurangnya atau miskinnya anak-anak dari mendapatkan perhatian, kasih sayang orang tuanya dan jauhnya hubungan mereka dengan orangtua, mereka mencari alternatif untuk sekedar mencari yang hilang, yang tidak mereka dapatkan pada orangtuanya. Dan, banyak kasus, kita dengar atau bahkan kita dapati sebagian anak yang kehilangan kasih sayang orang tuanya, terjerumus ke dalam lembah pergaulan bebas sampai-sampai hal tersebut menyebabkan ternodainya kesucian dirinya. Wal’iyadzubillah.

Terkadang karena faktor kesibukan, seringkali perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak tersita cukup banyak atau bahkan boleh jadi hilang sama sekali. Tak ada banyak waktu untuk bercengkrama dengan anak-anaknya, sebagian mereka sedemikian perhatian dengan urusan jasmani anak-anaknya, lupa atau melupakan urusan jiwa mereka. Padahal, urusan jiwa lebih utama ketimbang urusan jasmani. Betapa banyak anak-anak yang secara jasmani tercukupi kebutuhannya, namun gersang jiwanya. Maka, untuk mengurangi kegersangan jiwa yang dirasakannya tersebut ia rela mengorbankan harta bahkan harga diri dan kesucian dirinya hanya demi memenuhi kepuasan jiwa.

Kita memohon kepada Allah ta’ala agar menjaga kesucian diri kita, kesucian diri anak-anak kita tercinta. Aamiin.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.


Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: