Jangn Dekati Zina

kawat.jpg

Segala puji bagi Alloh yang telah berfirman di dalam kitabNya yang mulia,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( Qs. Al-Isro : 32 )

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam yang pernah bertanya kepada para sahabatnya tentang zina, lalu para sahabatnya menjawab,

حرام حرمه الله ورسوله

( Hal tersebut adalah ) haram, telah diharamkan oleh Alloh dan RosulNya. (HR.al-Bukhori di dalam al-adab al-Mufrod bersumber dari Miqdad bin al-Aswad).

Pembaca yang budiman…

Firman Alloh ta’ala, وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا (Dan janganlah kamu mendekati zina ) … Alloh melarang hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya agar mereka tidak melakukan zina, mendekati saja tidak boleh. Yang dimaksud dengan “ mendekati “, yaitu : melakukan seseb-sebab yang dapat mengantarkan kepada perbuatan zina.

Pembaca yang budiman…

Apa yang dilarang oleh Alloh, berarti perbuatan tersebut merupakan hal yang “ haram hukumnya “ untuk dilakukan. Begitu pula sebab-sebab atau sarana  yang akan mengantarkan seseorang kepada melakukan perbuatan tersebut juga hukumnya sama, yaitu haram. Sebagai mana dikatakan oleh para ulama ahli ushul fiqh, الوسائل لها أحكام المقاصد (sarana-sarana memiliki hokum yang sama dengan (hukum) tujuan), oleh karena itu Waliid bin Rosyid bin Abdul Aziz in Sa’idan dalam bukunya  تذكير الفحول بترجيحات مسائل الأصول “ mengatakan, “ووسائل الحرام حرام “ ( sarana-sarana yang haram ( atau : sarana-sarana yang akan mengantarkan kepada perbuatan haram) maka, hukumnya adalah haram.   Zina, adalah haram karena ia terlarang, dan itulah yang dipahami oleh para sahabat ketika mereka ditanya oleh Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam tentang zina, mereka mengatakan, “ حرام حرمه الله ورسوله  ( Hal tersebut adalah ) haram, telah diharamkan oleh Alloh dan RosulNya. (HR.al-Bukhori di dalam al-adab al-Mufrod bersumber dari Miqdad bin al-Aswad). Dengan demikian, sebab-sebab atau sarana yang dapat mengantarkan seseorang kepada melakukan perbuatan tersebut hukumnya adalah haram.

Syaikh Abdurrohman bin Nashir as Sa’di dalam kitab tafsirnya, Taisiir al-Kariim ar Rohman Fii Tafsiiri Kalaami al-Mannaan )  mengatakan, ‘Larangan “ mendekati “ lebih kuat daripada larangan “ mengerjakan hal tersebut “, karena hal tersebut mencakup semua bentuk yang dapat mengantarkan kepadanya dan faktor-faktor yang mendorongnya, karena sesungguhnya barang siapa yang menggembala hewannya di sekitar daerah larangan sangat dikhawatirkan ia akan terjatuh ke dalamnya. Secara khusus, karena hal ini merupakan pendorong paling kuat untuk melakukannya yang menimpa kebanyakan jiwa-jiwa (manusia).

 

Pembaca yang budiman…

Setelah Alloh melarang hambaNya dari perbuatan zina dan hal-hal yang akan mengantarkan kepada perbuatan tersebut, Alloh memberikan penjelasan atau alasan mengapa Alloh melarang hamba-hambaNya melakukan hal tersebut, seraya berfirman,  إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا (karena) sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Ya, zina adalah suatu perbuatan yang keji. Demikianlah Alloh menyatakannya. Dalam ayat yang lain, Alloh menggunakan kata “ fakhisyah “ sedangkan yang dimaksud adalah zina sebagaimana yang difahami oleh Jumhur ulama , Alloh berfirman,

وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan “ al-fahisyah “ (perbuatan keji), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya. (Qs. An Nisa : 15).

Ya, inilah alasan pertama, bahwa zina merupakan, “ fakhisyah “ ( perbuatan keji ). Oleh karena itu, jauhilah ia, jangan engkau dekat-dekat kepadanya, karena Alloh mengharamkannya dan memerintahkan agar  menjauhinya, Alloh berfirman,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” ( Qs. Al-A’rof : 33 )

Alloh berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). ( Qs. Al-An’am : 151 )

Selanjutnya, Alloh menyebutkan alasan kedua seraya berfirman,  “   وَسَاءَ سَبِيلًا “ (Dan suatu jalan yang buruk). Demikianlah Alloh menyatkan. Zina merupakan jalan yang buruk.

Ya, bagaimana zina bukan jalan yang buruk ?! sementara apabila seseorang berzina berarti ia telah melanggal larangan Alloh azza wajalla.

Ya, bagaimana zina bukan jalan yang buruk, sementara Alloh telah menunjukkan jalan yang baik yaitu menyalurkan hasrat biologis kepada pasangan hidup yang sah.

Ya, bagaimana zina bukan jalan yang buruk sementara hal tersebut mengakibatkan pelakunya mendapatkan hukuman yang tidak ringan, baik di dunia maupun diakhirat bila ia belum bertaubat kepada Alloh ta’ala dengan taubat yang benar.

Akhirnya, semoga Alloh melindungi kita semua dari terjerembab ke dalam lembah dosa ini dan semoga pula saudara-saudara kita-kaum muslim- yang telah terjerembab ke dalamnya segera mengentaskan dirinya darinya, segera menyadarinya dan bertaubat kepada Alloh ta’ala dengan taubat yang sebenar-benar taubat kepadaNya. Amien.

Saudaraku, adalah baik sekali bila kita berdoa dengan suatu doa yang pernah Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam ajarkan kepada salah seorang sahabat beliau yang bernama, Syakl bin Humaid, Radhoyallohu ‘anhu.

Syakl bin Humaid  -rodhiyallohu ‘anhu berkata, aku pernah berkata(kepada Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam), Wahai Rosululloh, ajarilah aku suatu doa, aku akan mengambil faedah dengannya. Beliau berkata, “ ucapkanlah :

اللهُم عَافِني مِن شَرِّ سَمعِي وبَصرِي ولِسانِي وقَلبِي ، وشَر مَنِيّي

Ya Alloh, peliharalah aku dari keburukan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku dan keburukan mani ku. (HR. al-Bukhori di dalam al-Adab al-Mufrod, Shohih Abu Dawud, no.1387). Waki’ berkata : (yang dimaksud dengan) “ Maniiy “ ( keburukan maniku), yakni : Zina dan al-Fujuur.  Wallohu a’lam. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. ( Abu Umair )

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: