Jangan Enggan untuk Menuntut Ilmu !

jangan-enggan-menuntut-Ilmu.jpg

Saudariku muslimah

Setiap wanita –termasuk dirimu- bahkan setiap manusia menginginkan keselamatan. Namun, sering kali justru kesalahan yang akan mengantarkan kepada kecelakaan dan kebinasaanlah yang berulang kali dilakukan dengan kesengajaan. Namun, boleh jadi kesengajaan itu disebabkan karena ketidaktahuannya bahawa hal tersebut merupakan kesalahan yang akan mengantarkannya atau menyebabkannya celaka atau binasa.  Dengan demikian, nampaklah bahwa pengetahuan seorang wanita tetang kesalahan menjadi hal yang penting. Hal demikian itu merupakan sarana yang akan menjadikannya terselamatkan dari kesalahan tersebut.

Saudariku muslimah…

Kesalahan tersebut sangat banyak tentunya, dan pada tulisan berikut ini akan disebutkan satu saja di antaranya, yaitu, “ Berpaling dari Mempelajari Agama dan Ilmu Syar’i”

Saudariku muslimah

Ini adalah kesalahan, karena mempelajari agama dan ilmu syar’i hukumnya adalah wajib bagimu. Oleh karena itu, engkau tidak boleh untuk berpaling dari kewajibanmu ini. Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim (HR. Ibnu Majah)

Syaikh al-Albani mengatakan, adapun tambahan redaksi, “أو مسلمة(atau (setiap) muslimah) di mana hal ini sebagaimana telah masyhur di kalangan manusia, maka tambahan ini tidak ada asalnya sama sekali. Adapun tambahan redaksi di awal hadis pada sebagian jalur riwayat hadis ini yang berbunyi, اطلبوا العلم ولو بالصين (Tuntutlah oleh kalian ilmu walaupun ke negeri cina), maka tambahan redaksi demikian ini adalah tambahan yang batil. Sebagaimana dijelaskan oleh syaikh al-Abani di dalam kitab beliau, “ Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha’ifah “.

Saudariku muslimah

Meskipun zhahir informasi dalam hadis ini menggunakan redaksi setiap “muslim” yang bermakna seorang lelaki muslim, tidak berarti bahwa kewajiban ini hanya dibebankan kepada kalangan laki-laki saja. Namun juga berlaku bagi kalangan wanita kaum muslimin. Hal demikian itu karena hukum asal syariat itu berlaku untuk hamba-hamba Allah baik laki-laki maupun wanita. Di samping itu, hal ini diperkuat dengan hadis nabi yang lainnya, yang menunjukkan bahwa kewajiban menuntut ilmu itu juga diharuskan kepada kaum wanita,  di mana para kaum wanita muslimah pada zaman Nabi –shallallahu ‘alaihi wasalam mereka juga menuntut ilmu syar’i dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana hadis Abu Sa’id al-Khudri yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam shahihnya:

جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ الرِّجَالُ بِحَدِيثِكَ فَاجْعَلْ لَنَا مِنْ نَفْسِكَ يَوْمًا نَأْتِيكَ فِيهِ تُعَلِّمُنَا مِمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ فَقَالَ اجْتَمِعْنَ فِي يَوْمِ كَذَا وَكَذَا فِي مَكَانِ كَذَا وَكَذَا فَاجْتَمَعْنَ فَأَتَاهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَّمَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَهُ اللَّهُ …

Seorang wanita pernah datang kepada Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-, lalu wanita tersebut berkata, kaum lelaki telah pergi dengan membawa hadis Anda (yakni, mereka sering menyimak sabda-sabda Anda, pen), oleh karena itu, berilah kepada kami kesempatan untuk (menyimak sabda Anda) pada suatu hari, di mana pada hari tersebut kami akan mendatangi Anda agar Anda mengajari kami tentang apa-apa yang telah Allah ajarkan kepada Anda. Perowi berkata, maka mereka (kaum wanita) berkumpul pada suatu hari demikian dan demikian dan di tempat demikian demikian. Maka Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- pun mendatangi mereka. Beliau mengajari mereka tentang sesuatu yang telah Allah ajarkan kepada beliau… sampai akhir hadis (HR. Al-Bukhari, no. 7310)

Imam al-Bukhari memberikan judul hadis ini dengan:

بَاب تَعْلِيمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّتَهُ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ مِمَّا عَلَّمَهُ اللَّهُ لَيْسَ بِرَأْيٍ وَلَا تَمْثِيلٍ

Bab tentang pengajaran Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- kepada ummatnya dari kalangan laki-laki dan wanita tentang apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau, bukan dengan akal bukan pula dengan permisalan.

Maka, ini menunjukkan bahwa kewajiban menutut ilmu itu merupakan kewajiban atas kaum lelaki dari kalangan ummat beliau, bergitu juga merupakan kewajiban atas kaum wanita (muslimah) dari kalangan umma beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, tidak selayaknya engkau-wahai saudariku- lalai dari kewajibanmu yang satu ini. Namun, hendaklah engkau –wahai saudaraku- gemar untuk menunaikan kewajibanmu yang satu ini.

Saudariku muslimah…

Sungguh, bila mana engkau menunaikan kewajibanmu yang satu ini, niscaya kehidupanmu akan menjadi lebih baik-insya Allah. Karena syariat allah mengajarkan kepadamu perkara kebaikan yang akan mengantarkan engkau kepada kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah memberikan taufiq kepadamu. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadamu untuk menunaikan kewajibanmu yang mulia ini, yaitu, menuntut ilmu syar’i. Aamin

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau…

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: