Jangan katakan “Nanti Dulu-lah Shalatnya“ !

sd.jpg

Saudariku, kala engkau mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka hendaknya engkau hendaknya segera menjawab seruan itu dengan mengucapkan seperti yang diucapkan oleh Muazin, kemudian bershalawat kepada Rasulullah, lalu berdoa,  sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Jika kalian mendengar Mudazin (mengumnadangkan adzan), maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian (setelah usai) bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian, mintalah kepada Allah wasilah untukku. Sesunggunya wasilah itu merupakan kedukan di Surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba di antara hamba-hamba Allah dan aku berharap akulah hamba tersebut. maka barang siapa memintakn untukku wasilah tersebut niscaya ia berhak mendapatkan syafa’at. (HR. Muslim, no. 875)

Setelah itu, segera lah engkau mengambil air wudhu lalu menunaikan shalat, janganlah engkau katakan “Nanti Dulu-lah Shalatnya “ ! , karena ungkapan kata ini boleh jadi membahayakan dirimu, karena menunda-nunda pelaksanaan shalat sementara tidak ada uzur yang menghalangimu untuk bersegera menunaikannya, menjadikan engkau diharamkan dari mendpatkan pahala bersegera untuk melakukan kebaikan.

Disamping itu, boleh jadi engkau kehilangan kesempatan untuk menunaikannya. Jika ini yang terjadi sungguh kerugian bagimu. Karena, engkau termasuk orang yang menyianyiakan shalat dan menuruti hawa nafsu sebagaimana yang dimaksudkan dalam firmanNya,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kerugian (Qs. Maryam : 59)

Maka, bertakwalah engkau kepada Allah, dengan menghindari kata-kata “ nanti dululah shalatnya”, janganlah biasa menunda-nunda untuk melaksanakan shalat sementara tidak ada uzur bagimu untuk melakukan itu. Bila engkau telah sedemikian sering menunda-nunda pelaksanaan shalat bahkan hingga waktunya habis sehingga engkau shalat di luar waktunya, maka bertaubatlah kepada Allah, mohonlah ampun kepadaNya, sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-hambaNya.

Kemudian, perbaikilah dirimu, waspadalah terhadap hawa nafsumu, janganlah engkau terpedaya oleh kesenangan dunia yang melalaikanmu terhadap penciptamu, Allah azza wajalla. Waspadailah pula temanmu, karena boleh jadi ada di antara mereka yang mengajakmu untuk berpaling dari seruan Allah rabbmu. Semoga Allah menjaga dan melindunjgimu dari segala bentuk keburkan dan kejahatan. Amin

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: