Keterkaitan Antara Iman Kepada Allah & Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

perahu-kuning.jpg

Amar ma’ruf nahi mungkar bukanlah syariat yang baru diperintahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar sudah disyariatkan dari sejak zaman Bani Israel dahulu. Oleh karena itu Allah SWT menurunkan adzab kepada sebagian mereka yang meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar sedang maksiat sudah merajalela dimana-mana. Tapi Allah juga memuji kepada sebagian yang lain, yang senantiasa beriman kepada Allah SWT dan melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.

Allah SWT berfirman:

Mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang Munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu Termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ali-Imran: 113-114).

Maksudnya golongan ahli kitab yang telah memeluk agama Islam.

قال السعدي -رحمه الله تعالى-: “لما ذكر الله المنحرفين من أهل الكتاب بيّن حالة المستقيمين منهم، وأن منهم أمة مقيمين لأصول الدين وفروعه: ﴿يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ﴾, ﴿وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ﴾ وهو الخير كله، ﴿وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ﴾ وهو جميع الشر، كما قال تعالى: ﴿وَمِن قَوْمِ مُوسَى أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ﴾ [الأعراف:159], ﴿وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ﴾ والمسارعة إلى الخيرات قدر زائد على مجرد فعلها، فهو وصف لهم بفعل الخيرات، والمبادرة إليها، وتكميلها بكل ما تم به من واجب ومستحب”.

Syeikh As-Sa’diy rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat ini, “setelah Allah SWT menyebutkan orang-orang ahlul kitab yang menyimpang, Ia menjelaskan keadaan sebagian mereka yang masih tetap istiqamah. Allah menjelaskan bahwa diantara mereka ada sekelompok orang yang senantiasa mengimani dan mengamalkan pokok-pokok dan cabang-cabang agama. ﴿وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ﴾  “mereka menyuruh kepada yang ma’ruf” yaitu semua yang baik, ﴿وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ﴾  “dan mencegah dari yang Munkar” yaitu semua yang buruk… kemudian Allah SWT berfirman ﴿وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ﴾ dan mereka bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan. Dan bersegera untuk mengerjakan kebajikan lebih dari sekedar mengamalkannya, ayat ini menggambarkan bagaimana mereka mengamalkan kebajikan dengan segera dan berlomba-lomba serta menyempurnakannya dengan segala amalan yang wajib atau sunnah.

Ibnu Katsir menafsirkan ayat yang berbunyi ﴿لَيْسُواْ سَوَاء﴾ ‘Mereka itu tidak sama’ maksudnya adalah mereka tidak sama dalam satu tingkatan, sebagian mereka ada yang beriman dan sebagian yang lain tetap kufur. Oleh karena itu setelah itu Allah SWT menjelaskan ﴿مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ﴾  ‘di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus’ maksudnya berlaku lurus dengan mengamalkan perintah Allah, taat kepada aturannya, serta mengikuti Nabi yang Allah utus.

Pelajaran yang dapat kita petik dari ayat ini adalah sebagai berikut:

  1. Kalimat yang menjadi inti dan perlu kita garis bawahi dalam ayat ini adalah kalimat terakhir yang berbunyi وأولئك من الصالحين ‘dan mereka itu termasuk orang-orang yang shaleh.’ Sehingga ayat ini seakan menyinggung bahwa diantara ciri-ciri orang shaleh adalah memiliki ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya.
  2. Ayat ini menjelaskan beberapa sifat atau ciri-ciri orang-orang sholeh, dan diantaranya adalah mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang Munkar. Sehingga mereka yang mencukupkan diri dengan beriman dan beribadah saja tanpa menyuruh orang lain kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran tidak memenuhi syarat untuk menjadi orang shaleh.

Imam Al-Ghazali berkata, “Allah tidak bersaksi akan keshalehan mereka dengan sekedar mereka beriman kepada Allah dan hari akhir sampai mereka menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.”

  1. Ayat ini menunjukkan bahwa perintah untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran (Amar ma’ruf nahi mungkar) sudah ada sejak zaman Bani Israel dahulu. Oleh karena itu Allah mencela Bani Israel yang tidak mengingkari kemungkaran, Allah berfirman:

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan Munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah: 79).

  1. Ayat ini menunjukkan akan keutamaan bergegas dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.
  2. Ayat ini menekankan pentingnya masalah amar ma’ruf nahi mungkar sekaligus sebagai lanjutan dari beberapa ayat sebelumnya yang memerintahkan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.

 

Penyusun: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: