Ketika Dakwah jadi Profesi

Ketika-Dakwah-Menjadi-Profesi.jpg

Dakwah adalah perintah agama serta jalan mulia para Nabi dan para pengikut mereka yang penuh dengan berbagai godaan dan rintangan, siapa saja yang meniti jalan dakwah berarti ia meneruskan perjuangan dakwah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Para da’i yang senantiasa istiqamah dijalan yang lurus, berdakwah dengan ilmu dan taqwa adalah para penerus perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْر فَاعِلِهِ

Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melaksanakannya” (HR. Muslim).

Namun akhir-akhir ini sebagian orang menyalah gunakan dakwah, dakwah yang asalnya perintah Allah subhanahu wa ta’ala mereka jadikan sebagai suatu profesi untuk menghasilkan materi semata dan tidak lagi dianggap sebagai ibadah. Tentu ini sangat berseberangan dengan tujuan dari diperintahkannya dakwah, anggapan seperti ini akan menimbulkan efek negatif terutama pada diri dai itu sendiri. Jika dengan berdakwah ia hanya mengharapkan materi semata seperti halnya profesi tanpa ada niat ikhlas mengharap pahala dari Allah, maka bisa jadi yang ia dapatkan benar-benar hanya materi dan tidak mendapatkan pahala apa-apa.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيِهِ

“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Imam An-Nawawi berkata, “Maksudnya ialah, barangsiapa tujuan hijrahnya mengharap ridho Allah ‘Azza wa Jalla, maka dia akan mendapatkan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla; barangsiapa tujuan hirahnya untuk mencari hal-hal yang sifatnya keduniaan atau untuk menikahi seorang wanita maka itulah yang akan ia peroleh dan tidak ada bagian baginya di akhirat karena hijrahnya itu.” (Syarah Shahih Muslim13/47-48).

Menurut sebagian ulama hadits ini dikatakan oleh Nabi shallalahu alaihi wa sallam ketika para sahabat ingin berhijrah dari Mekah ke Madinah. Jika para sahabat saja diingatkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menjaga niat maka sudah sepatutnya para dai menjadikan hadits ini sebagai peringatan bagi dirinya untuk selalu menjaga niatnya dalam berdakwah.

Jika tujuan utama seorang dai dari berdakwah adalah untuk mendapatkan materi, maka ketika tidak mendapatkannya ia akan merasa berat untuk berdakwah, bahkan model dai seperti itu akan memperhitungkan materi yang akan ia dapatkan, ia baru mau berdakwah jika materi tersebut sesuai dengan keinginannya. Allahul musta’an.

Kekeliruan seperti ini juga memiliki akibat buruk lainnya, jika dakwah dianggap sebagai profesi maka setelah seorang dai menyampaikan ceramahnya ia akan beranggapan bahwa tugasnya telah selesai, ia sudah tidak lagi dai seperti disaat berceramah, ia bebas melakukan apa saja yang ia mau baik dilihat masyarakat atau tidak karena ia menganggap berdakwah hanyalah seperti orang yang kerja di kantor, datang pagi dan pulang sore lalu setelah itu dia sudah bebas dari urusan kantor.

Dan bahaya paling besar adalah bilamana seorang dai sudah menjual dakwahnya dengan materi, ia berani berkata dengan perkataan yang salah dengan mengatasnamakan agama karena tunduk terhadap kemauauan pihak tertentu, ia berani mengatakan halal terhadap hal-hal yang Allah haramkan atau mengatakan haram terhadap hal-hal yang Allah halalkan, atau mengatakan yang wajib tidak wajib atau yang haram tidak haram dan semacamnya demi mengharapkan materi. Inilah dai paling berbahaya karena orang-orang yang mendengarnya akan mengambil perkataannya lalu mengamalkannya dan dia akan menanggung dosa mereka semua. Naudzubillahi min dzalik

Berbeda jika dakwah ditujukan kepada tujuan yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu sebagai sarana untuk menyampaikan agama Allah dan ladang untuk menanam pahala sebanyak-banyaknya guna bekal di akhirat nanti. Dai yang berdakwah ikhlas di jalan Allah subhanahu wa ta’ala akan mengerahkan segenap kemampuannya guna untuk menyampaikan agama Allah kepada orang lain. Ia akan menganggap dakwah adalah suatu kewajiban dan ibadah yang harus ia laksanakan tanpa memandang tujuan-tujuan duniawi. Dai seperti ini akan selalu tegar untuk berdakwah karena ia yakin setiap usahanya untuk menyampaikan agama Allah bernilai ibadah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Ia tidak akan menjadikan materi sebagai tujuannya, menerima materi atau tidak menerimanya tidak menjadi masalah, bahkan bila dakwah memerlukan biaya ia tidak akan ragu untuk mengeluarkan hartanya guna untuk menopang dakwahnya. Ia akan selalu berdakwah kapanpun dan dimanapun ia berada. Ia akan mengucapkan yang haq walaupun bersebarangan dengan keinginan orang-orang sekitarnya. Karena yang ia harapkan semata-mata ridho Allah dan surganya.

Menerima materi dalam berdakwah bukan sama sekali tidak boleh, namun yang menjadi masalah ketika materi dijadikan tujuan utama dari berdakwah, dakwah menjadi suatu pekerjaan atau profesi sebagaimana profesi-profesi lainnya, hal-hal seperti itulah yang dapat menjatuhkan kemuliaan dakwah, dakwah lebih mulia untuk dijadikan sebagai suatu profesi.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa melindungi para dai di indonesia ini dari berbagai godaan, memantapkan hati mereka untuk selau berjalan di jalan yang benar, serta memberkahi mereka di setiap langkah dakwah mereka.

Penulis: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: