Keutamaan Dzikir (Bagian 1)

Keutamaan-Dzikir-1.jpg

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

إن أفضل الذكر لا إله إلا الله

Keutamaan Dzikir adalah ucapan “Laa Ilaaha Illallahu” … (HR. An Nasa-i, No. 10667)

Banyak hal yang menunjukkan akan utamanya dzikir ini, di antaranya sebagaimana ditunjukan oleh hadis-hadis berikut ini:

Pertama, Hadits Anas bin Malik

عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال  يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وفي قلبه وزن شعيرة من خير ويخرج من النار من قال لا إله إلا الله وفي قلبه وزن برة من خير ويخرج من النار من قال لا إله إلا الله وفي قلبه وزن ذرة من خير.

Dari Anas bin Malik –semoga Allah meridhainya- dari Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, akan dikelaurkan dari nereka orang yang mengucapkan لا إله إلا الله sekalipun dalam hatinya hanya terdapat kebaikan seberat sya’irah.akan dikeluarkan dari Neraka orag yang mengucapkan لا إله إلا الله sekalipun dalam hatinya hanya terdapat kebaikan seberat al-burr.  akan dikeluarkan dari Neraka orag yang mengucapkan لا إله إلا الله sekalipun dalam hatinya hanya terdapat kebaikan seberat dzurrah. (HR. Al-Bukhari)

Faedah :

Dalam hadis ini cukup jelas menunjukkan betapa ucapan “لا إله إلا الله“ merupakan dzikir yang utama, hal demikian itu karena menjadi sebab orang yang mengucapkannya akan dikeluarkan dari Neraka bila mana ia tidak langsung masuk ke dalam Surga.

Kedua, Hadits Abu Hurairah

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال قيل يا رسول الله من أسعد الناس بشفاعتك يوم القيامة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لقد ظننت يا أبا هريرة أن لا يسألني عن هذا الحديث أحد أول منك لما رأيت من حرصك على الحديث أسعد الناس بشفاعتي يوم القيامة من قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه أو نفسه.

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya-, bahwa ia berkata, pernah dikatakan kepada Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- siapakah manusia yang paling bahagia denga mendapatkan syafa’atmu pada hari Kiamat ? Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “ aku telah mengira –wahai Abu Hurairah bahwa tidak akan ada orang yang pertama kali bertanya tentang hadis ini daripada dirimu, hal demikian itu karena aku melihat betapa ketamakanmu kepada hadis, manusia yang paling bahagia dengan mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan,  لا إله إلا الله secara ikhlash dari hatinya atau dirinya (HR. Al-Bukhari)

Faedah :

Hadis ini juga menunjukkan betapa ucapan لا إله إلا الله merupakan dzikir yang utama, ia menjadi sebab pengucapnya yang mengucapkannya secara ikhlas akan mendapatkan syaf’at Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- pada hari Kiamat di hari di mana setiap manusia sangat membutuhkan pertolongan sementara satu sama lain lari dari yang lainnya karena disibukkan oleh perkara yang menyibukkannya berupa dahsyatnya peristiwa yang terjadi pada hari itu.

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ . يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ .وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ . وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ . لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ .

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (Qs. Abasa : 33-37)

Ketiga, Hadits Itban bin Malik

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

فإن الله قد حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله

“sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas Neraka bagi orang-orang yang mengucapkan, لا إله إلا الله , yang dimaksudkan dengan hal tersebut wajah Allah (HR. Al-Bukhari)

Faedah :

Hadis ini juga menunjukkan akan betapa utamanya ucapan لا إله إلا الله , di mana pengucapnya yang mengucapkan dzikir ini dengan maksud wajah Allah maka Neraka diharamkan untuk dimasukinya, seorang yang Neraka tidak dimasukinya, maka ia selamat dari siksanya yang sedemikian pedih, di mana panasnya saja 69 kali lebih panas dari pada api dunia. Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً قَالَ فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا

Dari Abu Buhairah –semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, api kalian itu adalah satu bagian dari 70 bagian Neraka Jahannam. Dikatakan (kepada Rasulullah) wahai Rasulullah jika demikian maka sudahlah cukup (untuk menakut-nakuti). Beliau menyambung ucapannya, (panas Api neraka itu) dilebihkan atas (panas) api dunia sebanyak 69 kali, semuanya sama panasnya (HR. Al-Bukhari, No. 3265)

Keempat, Hadis Abu Dzar 

عن أبي ذر رضي الله عنه قال أتيت النبي صلى الله عليه وسلم وعليه ثوب أبيض وهو نائم ثم أتيته وقد استيقظ فقال ما من عبد قال لا إله إلا الله ثم مات على ذلك إلا دخل الجنة قلت وإن زنى وإن سرق قال وإن زنى وإن سرق قلت وإن زنى وإن سرق قال وإن زنى وإن سرق قلت وإن زنى وإن سرق قال وإن زنى وإن سرق على رغم أنف أبي ذر وكان أبو ذر إذا حدث بهذا قال وإن رغم أنف أبي ذر قال أبو عبد الله هذا عند الموت أو قبله إذا تاب وندم وقال لا إله إلا الله غفر له

Dari Abu Dzar –semoga Allah meridhainya- , ia berkata, aku pernah mendatangi Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- sementara di atas beliau terdapat baju yang berwarna putih, beliau dalam keadaan tertidur. Kemudian, beberapa saat kemudian aku mendatangi beliau kembali dan beliau telah terbangun dari tidurnya, lalu beliau bersabda, ‘ tidaklah seorang hamba yang mengucapkan  لا إله إلا الله kemudian meninggal dunia di atas hal tersebut niscaya ia masuk Surga. Aku pun berujar,’meskipun ia pernah berzina dan pernah mencuri ? beliau menjawab, ‘sekalipun ia pernah berzina dan pernah mencuri…Abu Abdillah berkata, ini ketika sakaratul amut atau sebelumnya bila pengucapnya bertaubat dan menyesali kesalahannya dan mengucapkan, لا إله إلا الله niscaya dosanya diampuni (HR. Al-Bukhari)

Faedah :

Hadis ini juga menunjukkan akan keutamaan ucapan لا إله إلا الله di mana orang yang meninggal dunia di atas ucapan ini ia akan masuk Surga. Masuknya seorang ke dalam Surga merupakan keberuntungan yang sangat besar. Allah azza wajalla berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Qs. Ali Imran : 185)

Wallahu a’lam

berPenulis : Amar Abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: