Keutamaan Tauhid (bagian 3)

allah.jpg

Pembaca yang budiman, pada edisi sebelumnya, telah kita sebutkan sembilan di antara keutamaan tauhid, yaitu:

  1. Allah akan menghapus dosa-dosa orang yang mentauhidkan-Nya
  2. Tauhid adalah tingkat keimanan yang tertinggi
  3. Tauhid sebagai syarat utama diterimanya semua amal ibadah
  4. Tauhid merupakan sebab utama dihapuskannya dosa
  5. Orang yang benar-benar merealisasikan tauhid akan masuk jannah (surga) tanpa hisab
  6. Orang yang tauhidnya benar akan masuk surga
  7. Tauhid merupakan sumber keamanan
  8. Orang yang bertauhid kepada Allah ‘azza wa jalla akan mendapatkan petunjuk yang sempurna, dan kelak di akhirat akan mendapatkan rasa aman
  9. Orang yang bertauhid kepada Allah akan dihilangkan kesulitan dan kesedihannya di dunia dan akhirat

Berikut adalah keutamaan tauhid yang lainnya, yaitu:

10. Orang yang mentauhidkan Allah, maka Allah akan menjadikan dalam hatinya rasa cinta kepada iman dan Allah akan menghiasi hatinya dengannya serta Dia menjadikan di dalam hatinya rasa benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan

Allah azza wa jalla berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ  لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ  أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Artinya, “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman itu) indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujurat: 7).

11. Tauhid merupakan satu-satunya sebab untuk mendapatkan ridha Allah, dan orang yang paling bahagia dengan syafa’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang mengatakan  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ dengan penuh keikhlasan dari dalam hatinya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, aku pernah bertanya (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam), wahai rasulullah siapakah manusia yang paling bahagia dengan (mendapatkan) syafa’at Anda pada hari kiamat nanti? beliau menjawab, sungguh aku telah mengira wahai Abu Hurairah bahwa tak akan ada orang yang pertama kali yang akan bertanya perihal hadits ini daripada dirimu karena kethomakkanmu terhadap hadits, orang yang paling bahagia dengan (mendapat) syafa’atku pada hari kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah), ia mengucapkannya murni dari dalam dirinya.” (HR. al-Bukhari, no.6570).

12. Orang yang bertauhid akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemenangan, pertolongan, kejayaan dan kemuliaan

Allah azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7).

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا  يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا  وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apapun. Tetapi barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 55).

13. Orang yang bertauhid kepada Allah azza wa jalla akan diberi kehidupan yang baik di dunia dan akhirat

Allah Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً  وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Maka, barangsiapa beramal shaleh baik ia lak-laki maupun wanita sementara ia beriman kepada Allah dan rosulNya serta terhadap perkara-perkara yang wajib diimani, niscaya Allah memberikan penghidupan kepadanya di dunia dengan penghidupan yang baik, penghidupan yang bahagia lagi tentram dan damai meski ia hanya mempunyai sedikit harta, dan Alloh akan member balasan kepadanya di akhirat berupa pahala yang lebih baik dari apa yang telah ia lakukan sewaktu di dunia. Wallahu a’lam

Bersambung.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: