Keutamaan Tauhid (bagian 4)

allah.jpg

Pembaca yang budiman, pada edisi sebelumnya, telah kita sebutkan tigabelas di antara keutamaan tauhid, yaitu:

  1. Allah akan menghapus dosa-dosa orang yang mentauhidkan-Nya
  2. Tauhid adalah tingkat keimanan yang tertinggi
  3. Tauhid sebagai syarat utama diterimanya semua amal ibadah
  4. Tauhid merupakan sebab utama dihapuskannya dosa
  5. Orang yang benar-benar merealisasikan tauhid akan masuk jannah (surga) tanpa hisab
  6. Orang yang tauhidnya benar akan masuk surga
  7. Tauhid merupakan sumber keamanan
  8. Orang yang bertauhid kepada Allah ‘azza wa jalla akan mendapatkan petunjuk yang sempurna, dan kelak di akhirat akan mendapatkan rasa aman
  9. Orang yang bertauhid kepada Allah akan dihilangkan kesulitan dan kesedihannya di dunia dan akhirat
  10. Orang yang mentauhidkan Allah, maka Allah akan menjadikan dalam hatinya rasa cinta kepada iman dan Allah akan menghiasi hatinya dengannya serta Dia menjadikan di dalam hatinya rasa benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan
  11. Tauhid merupakan satu-satunya sebab untuk mendapatkan ridha Allah, dan orang yang paling bahagia dengan syafa’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang mengatakanلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ dengan penuh keikhlasan dari dalam hatinya
  12. Orang yang bertauhid akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemenangan, pertolongan, kejayaan dan kemuliaan
  13. Orang yang bertauhid kepada Allah azza wa jalla akan diberi kehidupan yang baik di dunia dan akhirat

Berikut adalah keutamaan tauhid yang lainnya, yaitu:

14. Tauhid akan mencegah seorang muslim kekal di neraka bila ia masuk ke dalamnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَخْرِجُوْا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ، فَيُخْرَجُوْنَ مِنْهَا قَد اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهْرِ الْحَيَاءِ -أَوِ الْحَيَاةِ، شَكَّ مَالِكٌ- فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا تَنْبُتُ الْحَبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ، أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً؟

“Setelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah Azza wa Jalla pun berfirman, ‘Keluarkan (dari Neraka) orang-orang yang di dalam hatinya terdapat iman seberat biji sawi!’ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka, hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh (berubah) sebagaimana tumbuhnya benih yang berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?” (HR. Al-Bukhari no. 22).

15. Orang yang bertauhid kepada Allah ‘azza wa jalla dengan ikhlas, maka amal yang sedikit akan menjadi banyak

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا  وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2).

Dalam ayat yang mulia tersebut, Allah ‘azza wa jalla menyebutkan dengan “amal yang baik”, tidak dengan “amal yang banyak”. Amal dikatakan baik atau shalih bila memenuhi 2 syarat, yaitu: (1) Ikhlas, dan (2) Ittiba’ (mengikuti contoh) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ pada hari Kiamat lebih berat dibandingkan langit dan bumi dengan sebab ikhlas.

فإن السماوات السبع والأرضين السبع لو وضعن في كفة ووضعت لا إله إلا الله في كفة لرجحت بهن

“Sesungguhnya langit yang tujuh dan bumi yang tujuh bila diletakkan pada satu timbangan dan لا إله إلا الله diletakkan pula pada timbangan yang lain, niscaya لا إله إلا الله lebih berat.” (HR.al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, 548).

16. Tauhid akan memerdekakan seorang hamba dari penghambaan kepada makhluk-Nya, sehingga menghamba hanya kepada Allah ‘azza wa jalla saja yang menciptakan semua makhluk

Artinya yaitu orang-orang yang bertauhid dalam kehidupannya hanya menghamba, memohon pertolongan, meminta ampunan dan berbagai macam ibadah lainnya, hanya kepada Allah ‘azza wa jalla semata, niscaya ia terpalingkan dari penhambaan kepada makhluqNya. Ia menggantungkan dirinya hanya kepada Allah ta’ala semata, tidak kepada selainNya.

17. Orang yang bertauhid kepada Allah ‘azza wa jalla akan dimudahkan untuk melaksanakan amal-amal kebajikan dan meninggalkan kemungkaran, serta dapat menghibur seseorang dari musibah yang dialaminya

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menganjurkan kepada umatnya agar berdo’a kepada Allah ‘azza wa jalla untuk memohon segala kebaikan dan dijauhkan dari berbagai macam kejelekan serta dijadikan setiap ketentuan (qadha) itu baik untuk kita. Do’a yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut adalah:

اَللَّهُمَّ …وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا.

“Ya Allah…, dan aku minta kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap ketetapan (qadha) yang telah Engkau tetapkan bagiku merupakan suatu kebaikan.” (HR. ibnu Hibban dan yang lainnya).

Salah satu rukun iman adalah iman kepada qadha’ dan qadar, yang baik dan yang buruk. Dengan mengimani hal ini niscaya setiap apa yang terjadi pada diri kita akan ringan dan mendapat ganjaran dari Allah apabila kita sabar dan ridha. Wallahu a’lam.

Selesai.


Artikel: www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: