Keyakinan Mantan Tukang Sihir Tak Tergoyahkan

Keyakinan-Mantan-Tukang-Sihir-Tak-Tergoyahkan.jpg

Anda yang telah membaca kisah tentang bagaimana hidayah menyapa para tukang sihir sewaan Fir’aun dan membaca pula beberapa faeadah dari kisah tersebut –yang pernah penulis sebutkan dalam situs ini-akan mendapatkan sebuah kesimpulan bahwasanya hidayah itu milik Allah dan Dia berhak memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakiNya, termasuk kepada orang-orang yang telah sedemikian jauh dari pancaran hidayahNya seperti para tukang sihir dan yang lainnya dari kalangan para pelaku kebatilan. Demikian itu adalah hak Allah ta’ala, sebagaimana dijelaskan secara gamblang dalam firmanNya,

اللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan Allah memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Qs. Al-Baqarah: 213)

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يُرِيدُ

Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Quran yang merupakan ayat-ayat yang nyata, dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (Qs. Al-Hajj: 16)

لَقَدْ أَنْزَلْنَا آيَاتٍ مُبَيِّنَاتٍ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Qs. An-Nuur: 46)

Ada satu hal yang sangat menarik – dan inilah yang menjadi poin bahasan kita dalam tulisan singgat ini- yaitu bahwasanya para tukang sihir sewaan Fir’aun tersebut setelah mendapatkan cahaya petunjuk Allah azzawajalla melalui ayat-ayat atau mu’jizat yang disodorkan kepada mereka, ternyata mereka sedemikian kuat memegang cahaya hidayah itu sehingga keyakinan mereka akan kebenaran Allah yang dibawa oleh RasulNya Musa ‘alaihissalam tak tergoyahkan, perhatikanlah kelanjutan kisahnya berikut ini, Allah berfirman,

قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّ هَذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ. لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ. قَالُوا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ. وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ.

Fir’aun berkata (kepada para mantan tukang sihir) : “Apakah kalian beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian ?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kalilan rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini); Demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh aku akan menyalib kalian semuanya. Ahli-ahli sihir itu menjawab: “Sesungguhnya kepada rabb kami, kami kembali

Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Rabb kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (Qs. Al-A’raf : 123-126)

Demikianlah, para mantan tukang sihir itu tak tergoyahkan keimanannya kepada kebenaran yang telah menerangi hati mereka, mereka pun tak takut terhadap ancaman yang diancamkan kepada mereka, mereka menyerahkan nasib dan urusan mereka hanya kepada Allah azza wajalla, mereka pun berdoa kepadaNya agar dikaruniai kesabaran dalam menghadapi cobaan yang akan menyakitkan mereka, kesabaran untuk tetap memegang keimanan yang benar, dan mereka pun berharap kalau pun ditakdirkan mati dalam menghadapi ujian dan cobaan yang akan ditimpakan kepada mereka oleh Fir’aun berupa pemotongan tangan dan seterusnya, mereka berharap kematian mereka tersebut dalam keadaan berpasrah diri kepada Allah ta’ala dalam berpegang teguh dengan kebenaran yang telah terpatri di dalam relung hati mereka yang telah diterangi oleh cahaya hidayah ilahi yang sedemikian terang.

Pelajaran:

Pembaca yang budiman, kekokohan keyakinan para mantan tukang sihir sewaan Fir’aun tersebut di atas memberikan banyak pelajaran berharga kepada kita, di antaranya, yaitu,

  1. Wajibnya berpegang teguh terhadap kebenaran
  2. Siapa yang berpegang teguh kepada kebenaran boleh jadi ia akan diuji dengan sesuatu yang menyakitkan fisiknya.
  3. Memohon pertolongan kepada Allah merupakan salah satu cara untuk menguatkan keimanan
  4. Kesabaran merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam menghadapi ujian dan cobaan
  5. Siapa yang telah mendapatkan cahaya hidayah Allah maka tak akan ada yang dapat menyesatkannya.
  6. Kematian dalam kepasrahan kepada Allah merupakan dambaan orang-orang yang beriman.

Wallahu a’lam

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: