Khusyu’ Dalam Shalat

tahajud1.jpg

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah ta’ala , yang telah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam salatnya”. (Qs.Al-Mu’minun: 1-2)

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahulloh dalam tafsirnya menyebutkan perkataan Al-Hasan al Bashri rahimhullah tatkala mengomentari firman Allah ta’ala :

(الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ)

(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya”, Dia berkata: Mereka khusyu’ di dalam hati mereka, maka mereka menundukkan pandangan mereka dan bersikap merendah”.( Tafsir Ibnu Katsir: 3/238)

Ibnul Qoyyim berkata: Allah menggantungkan keberuntungan orang-orang yang shalat dengan kekhusyu’an mereka dalam menjalankan ibadah shalat, maka hal ini menunjukkan bahwa orang yang tidak khusyu’ dalam menjalankan ibadah shalat maka dia tidak termasuk orang yang beruntung …”. (Madarijus salikin: 1/526)

Ibnul Qoyyim rahimahullah juga berkata: Shalat tanpa kekhusyu’an dan kehadiran hati sama dengan jasad yang mati tanpa ruh, apakah seorang hamba tidak malu jika dia menghadiahkan kepada orang lain sosok tubuh yang telah membangkai atau seorang budak wanita yang telah mati? Aku tidak mengira bahwa hadiah ini akan memberikan nilai penghargaan bagi hamba dari orang yang ditujunya baik raja atau gubernur atau yang setingkat dengannya. Seperti inilah shalat yang hampa dari rasa khusyu’ dan kehadiran hati serta semangat pengabdian kepada Allah, sama seperti hamba atau budak wanita yang mati yang akan dipersembahkan kepada raja, maka Allah pasti tidak menerimanya sekalipun perbuatan itu menggugurkan kewajiban hukum duniawi, dan Allah tidak akan memberikan pahala dengannya, sebab sesungguhnya seorang hamba tidak akan mendapatkan pahala dari shalatnya kecuali ibadah yang dikerjakan secara khusyu.’ (Al-Wabilus Shayyib minal kalimit tahayyib, hal: 11)

Pembaca yang budiman …

Apa itu khusyu’ ?

Makna khusyu’ adalah ketundukan, kelembutan dan ketenangan hati. Dan apabila hati merasakan kekhusyu’an tersebut maka anggota badanpun mengikutinya. Sebab anggota badan ini mengikuti perintah hati.

Kekhusyu’an dalam shalat akan terjadi pada orang yang mengkhususkan hatinya untuk shalat tersebut, hatinya tertuju kepadanya bukan kepada yang lain, dia lebih mengutamakannya atas urusan yang lain, pada saat seperti itulah shalat menjadi penyejuk mata.

Pembaca yang budiman…

Barangkali anda bertanya, kiat-kiat apa sajakah yang mungkin dilakukan agar seseorang dapat khusyu’ dalam shalatnya ? maka berikut inilah beberapa kiatnya:

  1. Hendaknya orang yang sholat menghadirkan keagungan Allah ta’ala pada saat shalatnya tersebut, dia berdiri di hadapan Penakluk langit dan bumi. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. ( QS. Al-Zumar: 67)

  1. Melihat ke arah tempat sujudnya dan tidak menoleh ke arah manapun saat shalatnya.

Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah senantiasa menghadap kepada hamba-Nya pada saat dirinya mendirikan shalat selama dia tidak menoleh, maka apabila dia memalingkan wajahnya maka Allah-pun berpaling darinya”. (HR. Ahmad)

  1. Mentadabburi Al-Qur’an dan zikir-zikir yang dibacanya saat shalat.
  1. Sholatlah Seperti Orang yang akan Berpisah.

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila engkau mendirikan shalat maka shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah”. (HR. Ahmad)

  1. Mempersiapkan dirinya untuk shalat, jangan sampai shalat dalam keadaan menahan sakit perut atau menahan kencing atau shalat di hadapan makanan yang terhidang. Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak boleh shalat di hadapan makanan dan tidak pula boleh shalat saat dia menahan dua hal yang buruk (menahan kencing dan buang air besar)”.( HR. Muslim)
  2. Menghilangkan segala sesuatu yang bisa menyebabkan dirinya lalai dari shalatnya seperti hiasan-hiasan, gambar-gambar dan yang sepertinya. Aisyah –semoga Allah meridhoinya- berkata: Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam shalat mengenakan pakian jenis khomishah yang memiliki garis-garis lalu saat shalat beliau melirik kepada garis-garis yang ada padanya maka Nabi shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda: Kembalikanlah kain khomisah ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah dan berikanlah kepadaku kain jenis anbijani sesungguhnya dia tadi telah melalaikanku dalam sholatku”.(HR. al Bukhori dan Muslim)
  3. Berusaha mengarahkan jiwa agar dia bisa khusyu’ dalam sholat. Usaha yang terus menerus dan kesungguh-sungguhan akan mempermudah orang mendapatkan kekhusyu’an.
  4. Menghadirkan di dalam jiwa pahala yang akan didapatkan oleh orang yang khusyu’ di dalam shalat. Allahu a’lam

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita sehingga kita dapat khusyu’ dalam sholat. Semoga shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, beserta segenap keluarga dan para shahabatnya. ( Abu Umair )

Sumber :  Diringkas dari makalah berjudul “

الخشوع في الصلاة

“ karya : Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi dengan sedikit gubahan.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: