Khutbah Jum’at : Perintahkan Keluargamu untuk Berhijab

bunga-tetes.jpg

Khutbah Pertama :

الحمد لله الذي أنزل لباسا قائلا : يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ  (الأعراف : 26)

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ﴾

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً﴾

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً﴾؛ أَمَّا بَعْدُ

فإن أصدق الحديث كتاب الله و أحسن الهدى هدى محمد و شر الأمور محدثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار

Kaum muslimin, rahimakumullah.

Ketahuilah, bahwa salah satu nikmat yang Agung yang Allah karuniakan kepada kita semua, anak adam adalah “pakaian”. Dan, sungguh kenikmatan ini terasa demikian besar mana kala kita mau merenungkan betapa besar manfaatnya.

Bukankan dengan seseorang mengenakannya, ia akan terlindungi dari dinginnya udara di malam hari dan panasnya sengatan matahari di siang hari. Ini adalah salah satu aspek kemanfaatan pakaian yang sangat bisa dirasakan. Kemanfaatan yang lainnya yang tak kalah pentingnya adalah bahwa dengan pakaian seseorang dapat menutupi auratnya agar ia tidak terlihat oleh orang yang tidak berhak melihatnya. Dan, inilah maksud utama dari fungsi pakaian yang Allah karuniakan kepada kita. perhatikanlah firman Allah ta’ala,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا

“Hai anak Adam (yakni : ummat manusia), sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (QS. Al-A’raf : 26)

Maka, kaum muslimin, rahimakumullah.

Beryukurlah kepada Allah Tuhan Anda Dzat yang telah mengaruniakan pakaian kepada Anda, dan ketahuilah bahwa salah satu bentuk nyata kesyukuran Anda sesungguhnya kepada Allah ta’ala adalah Anda mendayagunakan kenikmatan yang telah dikaruniakan kepada Anda tersebut sesuai dengan maksud pemberianNya, yaitu hendaklah Anda menggunakannya untuk menutup aurat Anda, Anda menutupi aurat anda dengannya di hadapan orang-orang yang tidak berhak melihatnya.

Ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwa aurat Anda seorang lelaki adalah apa yang ada di antara kedua lutut dan pusarnya, hal ini seperti dijelaskan dalam sabda Nabi,

وَإِذَا أَنْكَحَ أَحَدُكُمْ عَبْدَهُ أَو أَجِيرَهُ فَلاَ يَنْظُرَنَّ إِلَى شَيْءٍ مِنْ عَورَتِهِ، فَإِنَّ مَا أَسْفَلَ مِنْ سُرَّتِهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ مِنْ عَوْرَتِهِ .

“Jika salah seorang di antara kalian menikahkan hamba sahaya atau pembantunya, maka jangan sekali-kali ia melihat sedikit pun dari auratnya. Karena apa yang ada di bawah pusar hingga lutut adalah aurat.” (Hadits hasan. Riwayat Ahmad (II/187) dan Abu Dawud (no. 495))

Kaum muslimin, rahimakumullah.

Maka, mana kala Anda telah menutupi bagian tersebut (pusar hingga lutut) Anda telah menutup aurat Anda. Dengan demikian, sungguh Anda telah melaksanakan apa yang menjadi maksud Tuhan Anda memberikan pakaian kepada Anda. Dengan demikian, berarti Anda telah bersyukur kepadaNya dengan sebenar-benarnya atas karunia yang diberikan Allah kepada Anda berupa pakaian. Jika demikian, maka kabar gembira bagi Anda karena kesyukuran Anda atas nikmat Allah yang diberikan kepada Anda tersebut akan mendatangkan kebaikan yang lainnya, di antaranya Allah akan ridho kepada Anda, sebagaimana yang Allah khabarkan,

وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az-Zumar: 7)

Namun, sebaliknya bila mana anda tidak menutup aurat Anda padahal Allah telah mengaruniakan sarana yang dengannya Anda dapat menutup aurat Anda, anda justru memperlihatkan atau mempertontonkan aurat Anda kepada orang-orang yang tidak berhak melihatnya, maka ini adalah bentuk kekufuran yang nyata terhadap karunia yang telah Allah berikan kepada Anda, maka kekufuran Anda ini sungguh tidak diridhoi oleh Tuhan Anda, bukankah Tuhan Anda Allah ‘azza wajalla telah menghabarkan di ayat yang sama dan surat yang sama,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya.” (QS. Az-Zumar: 7)

Kaum muslimin, rahimakumullah.

Sungguh kewajiban menutup aurat bukan hanya bagi kaum lelaki saja, namun juga kewajiban ini yang harus ditunaikan oleh kaum hawa, kaum wanita, ibu-ibu kita, istri-istri kita, saudari-saudari kita  dan seluruh wanita karena mereka semuanya adalah bani Adam. Maka, apabila mereka teah mencapai usia dewasa, mereka diwajibkan untuk menutup auaratnya. Adapun aurat seorang wanita adalah seluruh anggota tubuhnya. ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Asma bintu Abi Bakar (yakni : saudarinya) pernah masuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sementara Asma mengenakan baju yang kainnya tipis (yang dapat memperlihatkan warna kulit tubuhnya), (melihat hal tersebut) maka Rasulullah berpaling darinya seraya mengatakan,

يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا ». وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ.

“Wahai Asma sesungguhya seorang wanita bila mena telah mengalami haid (yakni : telah dewasa, karena haid merupakan salah satu tanda bahwa seorang wanita telah dewasa-pen) tidak layak (tidak boleh) terlihat darinya kecuali ini dan ini. (Perowi berkata) beliau seraya mengisyaratkan (dengan tangannya) ke arah wajah dan kedua telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud)

Oleh karenanya, kaum muslimin, rahimakumullah.

Hendaklah Anda, yang hadir di sini, baik Anda seorang yang berkedudukan sebagai seorang anak yang ibunya Anda masih hidup, baik Anda yang berkedudukan sebagai seorang suami, baik Anda yang berkedudukan sebagai seorang adik yang mempunyai seorang kakak permpuan, baik Anda yang berkedudukan sebagai seorang kakak yang mempunyai seorang adik perempuan yang telah dewasa, dan seterusnya, hendaklah Anda menyampaikan nasehat yang baik kepada mereka semuanya, katakanlah kepada mereka isi pesan yang telah Allah sampaikan kepada nabiNya Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam dalam firmannya yang ada di dalam kitabNya Al-Qur’an yang mulia,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآية والذكر الحكيم وتقبل الله مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائرالمسلمين من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua :

 الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى

 أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله , أما بعد :

Kaum muslimin, rahimakumullah.

Bertakwalah kepada Allah, karena orang-orang yang bertakwa kepadaNyalah yang memperoleh keuntungan baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Dan, salah satu di antara sekian banyak bentuk ketakwaaan seseorang hamba kepada Allah ta’ala adalah bershalawat kepadaNya, karena Allah ta’ala memerintahkannya,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Demikianlah -kaum muslimin- Alah berfirman di dalam al-Qur’an Surat al-Ahzab ayat lima puluh enam.

Dan, hendaknya hal ini, bershalawat kepada nabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam semakin kita  memperbanyaknya di hari yang kita tengah berada di dalamnya, yaitu hari jum’at karena nabi kita pernah bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ

“Sesungguhnya termasuk seutama-utama hari-hari kalian adalah hari jum’at. Oleh karenanya perbanyaklah oleh kalian bersholat kepadaku pada hari tersebut.” (HR. Abu Dawud)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين


#Artikel : www.hisbah.net

Gabung juga di Fans Page kami hisbah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: