Kisah Asma Radhiyallahu ‘anha Bersama al-Hajjaj

Asma.jpg

Pembaca yang budiman…Sikap Asma bintu Abu Bakar terhadap al-Hajjaj menunjukkan ketegaran wanita yang beriman ini dalam memegang teguh agamanya, dan menerangkan bagaimana ia menghadapi al-Hajjaj dengan ucapan yang mengagumkan yang menunjukkan keberaniannya dalam memegang kebenaran, tidak takut terhadap celaan orang yang mencelanya. Patut kiranya kaum muslimah meneladaninya…

Yahya bin Ya’la at-Taimi meriwayatkan dari bapaknya bahwa dia berkata, “Tiga hari setelah Ibnu az-Zubair terbunuh, aku memasuki kota Makkah, dia dalam keadaan masih disalib. Kemudian ibunya yang sudah tua dan buta datang, ia berkata kepada al-Hajjaj: ”sekarang waktunya orang yang berkendara turun”. Al-Hajjaj berkata: “Si munafiq (ini yang harus diturunkan).” Nenek tua itu menjawab: “Demi Allah, dia bukan orang munafiq, dia adalah orang yang rajin puasa, rajin shalat dan berbakti. “ al-Hajjaj berkata: “Pergilah dari sini wahai perempuan tua, kamu telah sinting.” Dia berkata, “Demi Allah aku tidak gila semenjak mendengar Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

(فِيْ ثَقِيْفٍ كَذَّابٌ وَمَبِيْرٌ … (الحديث

Di Bani Tsaqif akan muncul seorang pembohong dan seorang pembuat kerusakan … al-Hadits (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, 4/499; ath-Thabrani dalam al-Ausath, 6/259, al-Kabir, 24/100; al-Humaidi dalam Musnadnya, 1/351; al-Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabir, 3/191; dan al-Faqihi dalam akhbaru Makkah, 2/374)

Dalam riwayat Abu Shiddiq an-Naji disebutkan bahwa al-Hajjaj mendatangi Asma’ dan berkata: “Sesungguhnya di Baitullah ini anakmu telah menyimpang (dari kebenaran), dan Allah telah memberinya azab yang pedih. “Asma berkata: “Kamu telah berdusta, dia adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya, rajin berpuasa, dan rajin shalat, akan tetapi Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- telah memberitahukan kepada kami bahwa dari Bani Tsaqif akan muncul dua orang pendusta, yang kedua lebih jahat daripada yang pertama, dia adalah orang yang membuat kerusakan (Diriwayatkan oleh Ahmad, 6/351, dan Ibnu Sa’ad di dalam ath-Thabaqaatal-Kubra, 8/254. Pentahqiq (peneliti) kitab Siyar a’lam an-Nubala’, karya adz-Dzhabi menukil bahwa adz-Dzahabi di dalam tarikh Islam berkata: ”Sanadnya kuat.”) (yang dia maksud di sini adalah al-Hajjaj itu sendiri, pent).

Dalam kitab Fadhail ash-Shahabah dari Shahih Muslim, diriwayatkan bahwa ketika al-Hajjaj membunuh Abdullah bin Zubair dan menyalibnya kemudian menurunkannya dari tiang serta melemparnya ke kuburan orang-orang Yahudi, al-Hajjaj mengutus seseorang untuk memanggil ibunya, Asma binti Abu Bakar, akan tetapi Asma’ tidak mau datang.

Utusan itu mengulang perkataan al-Hajjaj: “Kamu datang kepadaku atau aku mengutus kepadamu orang yang akan menyeretmu dari rambutmu.” Perawi berkata: “ia tetap tidak mau, dia berkata: ‘Demi Allah, aku tidak datang kepadamu hingga kamu mengutus kepadaku orang yang menyeretku dari rambutku.”

Akhirnya al-Hajjaj mendatanginya kemudian masuk ke dalam rumahnya dan berkata: “Bagaimana pendapatmu tentang apa yang telah aku lakukan terhadap musuh Allah (Abdullah bin az-Zubair) ? “ Asma’ menjawab: “Aku melihat kamu telah merusak dunianya, dan dia telah merusak akhiratmu. Aku mendengar bahwa kamu berkata kepadanya: ‘wahai anak pemilik dua ikat pinggang !’ Demi Allah, akulah pemilik dua ikat pinggang itu, yang satu aku jadikan untuk mengangkat makanan Rasulullah dan makanan Abu Bakar agar tidak dimakan hewan. Adapun yang satunya adalah ikat pinggang yang selalu dibutuhkan perempuan. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-telah memberitahukan kepada kami bahwa akan ada di Bani Tsaqif seorang pembohong dan seorang pembuat kerusakan. Adapun si pembohong, kami telah melihatnya sendiri, sedangkan si pembuat kerusakan, saya kira engkaulah orangnya. “

Perawai berkata, “ Akhirnya diapun bangkit meninggalkannya dan tidak kembali kepadanya lagi.”

Aku Katakan: ”Saya yakin bahwa al-Hajjaj gentar oleh kata-kata Asma’ dan badannya gemetar sehingga tak mampu menjawab, “. Dalam Musnad Ishaq bin Rahawaih (1/123) disebutkan bahwa Asma’ berkata kepada al-Hajjaj, “Adapun pembohong, kita telah lihat orangnya, sedangkan si pembuat kerusakan, kamulah orangnya, wahai Hajjaj.”

Imam at-Tirmidzi setelah meriwayatkan hadis ini berkata, “Ada yang mengatakan bahwa si pembohong adalah al-Mukhtar bin Abu Ubaid dan si pembuat kerusakan adalah al-Hajjaj bin Yusuf (Sunan at-Tirmidzi, 4/499)

As-Suyuthi di dalam Syarah (penjelasan) Sunan Ibni Majah telah menukil perkataan Hisyam bin Hasan,” Mereka menghitung orang-orang yang dibunuh al-Hajjaj secara Zhalim, jumlahnya mencapai seratus dua puluh ribu orang (Syarah Sunan Ibn Majah, 1/193)

Wallahu a’lam

Sumber :

Duruusun Min Hayaati ash-Shahabiyaat, Dr. Abdul Hamid as-Suhaibani, hal. 71-72 (Edisi Bahasa Indonesia)

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: