Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom

Kisah-Nabi-Luth-dan-Kaum-Sodom1.jpg

Beliau adalah Luth alaihissalam bin Haran bin Tarekh yang desibut juga dengan Aazar, beliau adalah anak ponakan Nabi Ibrahim alaihissalam karena bapaknya yang bernama Haran adalah saudara Nabi Ibrahim alahissalam.

Kisah Nabi Luth alaihissalam dengan kaumnya yang disebut juga dengan ‘kaum sodom’ disebutkan dibanyak tempat didalam Al-Qur’an baik secara global ataupun terperinci. Diantara surah yang menyebutkan cerita beliau adalah; Al-A’raf, Hud, Al-Hijr, Al-Anbiya’, Asy-Syu’ara’, An-Naml, Al-Ankabut, As-Shaffat, dan Al-Qamar.

Sebelum diutus, Nabi Luth alaihissalam termasuk orang yang beriman kepada Nabi Ibrahim alaihissalam, setelah itu keduanya berhijrah ke Negeri Syam. Kemudian Allah ta’ala mengutus Nabi Luth alaihissalam untuk berdakwah kepada penduduk kampung ‘Sodom’, yaitu suatu kampung di sekitar Negeri Syam, lebih tepatnya sekarang terletak disekitar Palestina. Maka beliaupun berhijrah ke kampung tersebut demi memenuhi tugas risalah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Kaum Sodom adalah orang-orang yang kufur kepada Allah ta’ala, mereka sudah terbiasa melakukan suatu perbuatan keji yang belum pernah ada sebelumnya di muka bumi, mereka melakukan penyimpangan seksual yang sangat bertentangan dengan fitrah, yaitu  mendatangi kaum lelaki (homoseksual).

Nabi Luth mulai menyampaikan dakwahnya kepada mereka, mengajak mereka menyembah Allah subahanahu wa ta’ala sebagai tuhan tunggal, dan meninggalkan perbuatan keji yang mereka lakukan. Dalam Surah Asy-Syuara’ Allah berfirman:

كَذَّبَت قَومُ لُوطٍ ٱلمُرسَلِينَ . إِذ قَالَ لَهُم أَخُوهُم لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ .  إِنِّي لَكُم رَسُولٌ أَمِين .  فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَمَا أَس‍َٔلُكُم عَلَيهِ مِن أَجرٍ إِن أَجرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلعَٰلَمِينَ . أَتَأتُونَ ٱلذُّكرَانَ مِنَ ٱلعَٰلَمِينَ. وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُم رَبُّكُم مِّن أَزوَٰجِكُم بَل أَنتُم قَومٌ عَادُونَ .

Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: “mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia. Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syuara’: 160-166).

Nabi Luth memberitahu mereka bahwa dirinya adalah seorang rasul utusan dari Allah ta’ala, sehingga apa yang beliau sampaikan kepada mereka bukan berdasar dari diri beliau pribadi, melainkan semuanya adalah perintah Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga jika mereka taat kepada beliau maka mereka taat kepada Allah. Beliau juga menyampaikan bahwa beliau berdakwah bukan karena mengharapkan imbalan dari mereka, yang beliau harap adalah semata-mata ridho Allah subhanahu wa ta’ala.  Beliau juga berusaha menyadarkan kaumnya bahwa penyimpangan seksual yang mereka lakukan sangat bertentangan dengan fitrah manusia sebagaimana yang Allah ciptakan. Bagaimana bisa mereka meninggalkan kaum perempuan lalu melampiaskan syahwatnya kepada sesama lelaki? Padahal jika mereka berpikir sehat mereka akan tahu bahwa hal tersebut adalah perbuatan yang sangat menjijikkan. Hewan yang tak berakal saja tidak akan mau mengawini sesama jenisnya, ayam jago jika dipertemukan dengan sesama ayam jago tidak akan mau, yang ada keduanya akan saling menyerang memperebutkan si betina. Apakah ayam lebih berakal daripada mereka?

Semua dakwah Nabi Luth alaihissalam tidak membuat kaum sodom berubah, mereka justru semakin menjadi-jadi, bahkan mengancam akan mengusir Nabi Luth jika beliau terus-menerus berdakwah. Mereka berkata:

قَالُواْ لَئِن لَّم تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلمُخرَجِينَ

Mereka menjawab: “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.” (QS. Asy-Syu’ara’: 167).

Justru mereka satu sama lain berkata

اأَخرِجُواْ ءَالَ لُوط مِّن قَريَتِكُم إِنَّهُم أُنَاس يَتَطَهَّرُونَ

“…Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. An-Naml: 56).

Kaum Nabi Luth sudah sangat melampaui batas, alasan mereka mengusir Nabi Luth dan keluarganya hanya karena mereka menyucikan diri dari apa yang mereka perbuat dan tidak mau ikut-ikutan. Seakan-akan menyucikan diri adalah suatu perbuatan tercela yang membuat Nabi Luth dan keluarganya pantas untuk diusir. Selain perbutan homoseksual yang sudah sangat umum ditengah-tengah mereka, mereka juga biasa merampok, mengkhianati teman, mereka sudah sangat biasa dengan perbuatan dan kata-kata keji dan menjijikkan, bahkan ada yang menyebutkan bahwa mereka biasa bermain kentut di perkumpulan-perkumpulan mereka tanpa malu ataupun menyesal sedikitpun.

Ketika Kaum Sodom  sudah lewat batas, Allah mengirim para malaikat untuk menimpakan adzab yang pedih kepada mereka. Namun para malaikat tersebut sempat mampir dulu ke tempat Nabi Ibrahim dan memberi kabar bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju kaum Nabi Luth untuk menimpakan adzab kepada mereka, mereka juga memberikan kabar gembira bahwa Nabi Ibrahim akan dikaruniai seorang anak dari istrinya Sarah yang saat itu sudah tua dan sejak lama mengharapkan seorang anak.

Setelah berjumpa dengan Nabi Ibrahim alaihissalam para malaikat tersebut menuju kampung Nabi Luth dalam rupa pemuda-pemuda yang tampan sebagai ujian bagi Kaum Sodom, mereka masuk ke Kampung Sodom dan menuju rumah Nabi Luth alaihissalam lalu minta untuk bertamu kepada beliau. Ketika melihat ketampanan mereka, keluarga Nabi Luth merasa khawatir kalau sampai Kaum Sodom mengetahui keberadaan pemuda-pemuda tampan dikampung mereka, mereka pasti akan mengajak mereka berbuat keji sebagaimana yang biasa mereka lakukan, tapi Nabi Luth juga tidak bisa menolak kedatangan tamu-tamu tersebut, akhirnya beliau menerima mereka sebagai tamu, namun beliau dengan keluarganya merahasiakan keadaan mereka. Sayangnya sang istri yang tidak beriman kepada Nabi Luth memberitahu Kaum Sodom akan keberadaan tamu-tamunya yang rupawan dirumahnya.

Apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Luth terjadi, mereka mendatangi rumah Nabi Luth dan meminta kepada Nabi Luth untuk menyerahkan pemuda-pemuda tersebut untuk memenuhi keinginan mereka. Nabi Luth berusaha keras untuk menolak mereka dengan berbagai cara, tapi jiwa kotor mereka tetap bersikeras, Nabi Luth memohon kepada kaumnya untuk tidak membuatnya malu dihadapan tamu-tamunya.

قَالَ يَٰقَومِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطهَرُ لَكُم فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخزُونِ فِي ضَيفِي أَلَيسَ مِنكُم رَجُل رَّشِيد.  قَالُواْ لَقَد عَلِمتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِن حَقّ وَإِنَّكَ لَتَعلَمُ مَا نُرِيدُ

Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami mau.” (QS. Hud: 78-79)

Beliau menyuruh kaumnya untuk menikahi perempuan-perempuan mereka, karena itu adalah jalan suci dan sesuai dengan fitrah. Sebagaian Ulama berpendapat bahwa kata ‘puteri’ disini maksudnya perempuan-perempuan kaum Nabi Luth, karena seorang nabi adalah sebagai bapak dari kaumnya sebagaimana istrinya juga ibu bagi mereka.

Ketika kaum Nabi Luth alaihissalam terus memberontak untuk bertemu dengan para tamu beliau, sedang beliau sekuat tenaga menolak mereka, pemuda-pemuda tersebut menenangkan Nabi Luth dan menjelaskan kepada beliau bahwa mereka adalah malaikat yang diutus oleh Allah:

قَالُواْ يَٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُواْ إِلَيكَ فَأَسرِ بِأَهلِكَ بِقِطع مِّنَ ٱلَّيلِ وَلَا يَلتَفِت مِنكُم أَحَدٌ إِلَّا ٱمرَأَتَكَ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُم إِنَّ مَوعِدَهُمُ ٱلصُّبحُ أَلَيسَ ٱلصُّبحُ بِقَرِيب

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?

Akhirnya tibalah waktu turunnya adzab Allah kepada mereka, kampung mereka diangkat kelangit, lalu dibalik dan dicampakkan kembali kebumi, lalu dihujani dengan batu-batu yang berapi.

فَلَمَّا جَاءَ أَمرُنَا جَعَلنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمطَرنَا عَلَيهَا حِجَارَة مِّن سِجِّيل مَّنضُود

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Hud: 82).

Akhirnya binasalah kaum Nabi Luth alaihissalam termasuk istrinya, dan kisah ini adalah sebagai pelajaran bagi umat-umat setelah mereka, dan sebagai peringatan akan adzab bagi orang-orang yang melakukan perbuatan tercela tersebut.

(Kisah ini diringkas dari Kitab ‘Al-Bidayah wanNihayah’ karya Ibnu Katsir Bab: Kisah Nabi Luth)

Semoga bermanfaat…

Penulis: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: