Kisah Ummu Sulaim dalam Beramar Ma’ruf Nahi Munkar

Kisah-Ummu-Sulaim-dalam-Beramar-Ma’ruf-Nahi-Munkar.jpg

Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha adalah salah seorang shahabiyah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, setelah mendengar dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliaupun menerimanya dan masuk agama Islam, namun sang suami tidak merestui keputusannya, suaminya mulai menampakkan ketidak cocokannya terhadap keputusan istrinya. Tapi Ummu Sulaim tetap mantap dalam keimanannya, beliau beriman sepenuh hati bahwa apa yagn beliau anut sekarang adalah agama yang benar. Bahkan beliau mengajak anak lelakinya unutk masuk Islam.

Imam Ibnu Sa’ad meriwayatkan tentang kisah masuk Islamnya Ummu sulaim, Ummu Sulaim menceritakan kisahnya setelah beriman, “Ketika itu Abu Anas (suaminya) datang dan bertanya: apakah kamu sudah murtad?”

Beliau menjawab : tidak, aku hanya beriman kepada orang ini (Nabi).

Kemudian beliau mengajari Anaknya yang bernama Anas bin Malik untuk mengatakan “Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.”

Maka Anaspun mengucapkan kalimat syahadat sebagaimana yang diminta oleh ibunya.

Seketika itu Suami Ummu Sulaim berkata, “Jangan engkau merusak anakku!”

Tapi dengan tegas Ummu Sulaim menjawab, “Saya sama sekali tidak merusaknya!” (At-Thobaqotul Kubro: 8/425)

Ummu Sulaim tidak berhenti disitu, setelah Anaknya masuk Islam, beliau juga mengajak suaminya Malik bin An-Nadhar untk masuk Islam.

Ibnu Abdil Barr berkata, “Di zaman jahiliyah beliau dalah istri dari Abdullah bin An-Nadhar, ayah Anas bin Malik, kemudian beliau melahirkan Anas, setelah Islam datang beliau dan kerabat-kerabatnya masuk Islam, kemudian beliau menawarkan Islam kepada suaminya, tapi suaminya malah memarahinya dan pergi ke Syam sampai meninggal disana.” (Al-Istiy’ab Fi Ma’rifatil Ashhab 4/1940)

Diterjemahkan dari kitab: ‘Mas’uliyyatunnisa’ fil amri bil ma’ruf wannahyi ‘anil munkar’ karya DR. Fadhl Ilahi dhahir Hal. 28.

Penerjemah : Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: