Makna Seperti Keadaan Ketika Dilahirkan

Makna-Seperti-Keadaan-Ketika-Dilahirkan-1.jpg

من حج فلم يرفث ولم يفسق خرج كيوم ولدته أمه

Barangsiapa menunaikan haji, tidak melakukan rafats, tidak pula melakukan kefasikan niscaya ia keluar seperti (keadaannya) pada hari di mana ia dilahirkan oleh ibunya.

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah ditanya,

وما معنى (من حج فلم يرفث ولم يفسق خرج كيوم ولدته أمه)؟

Apa makna, ‘Barangsiapa menunaikan haji, tidak melakkukan rafats, tidak pula melakukan kefasikan niscaya ia keluar seperti (keadaannya) pada hari di mana ia dilahirkan oleh ibunya ?

Jawaban :

Beliau-semoga Allah merahmatinya- menjawab,

معناه أن الإنسان إذا حج واجتنب ما حرم الله عليه من الرفث وإتيان النساء والفسوق وهو مخالفة الطاعة بأن يترك ما أوجب الله عليه أو يفعل ما حرم الله عليه هذا هو الفسوق فإذا حج الإنسان ولم يرفث ولم يفسق فإنه يخرج من ذلك نقياً من الذنوب كما أن الإنسان إذا خرج من بطنه أمه فإنه لا ذنب عليه فكذلك هذا الرجل إذا حج بهذا الشرط فإنه يكون نقياً من ذنوبه.

Maknanya adalah bahwa seseorang menunaikan haji, ia meninggalkan perkara yang diharamkan oleh Allah atas dirinya berupa tindakan rafats, menggauli istrinya, dan tindakan kefasikan-yaitu, menyelisihi ketaatan yaitu dengan meninggalkan perkara yang diwajibkan Allah atas dirinya atau dengan mengerjakan perkara yang Allah haramkan atas dirinya-, inilah yang disebut dengan al-Fusuuq (kefasikan). Maka, bila seseorang menunaikan haji sementara ia tidak melakukan tindakan rafats dan tidak pula melakukan kefasikan niscaya ia akan keluar dari hajinya tersebut dalam keadaan bersih dari dosa-dosa sebagaimana (keadaan) manusia ketika keluar dari perut ibunya, ia tidak mempunyai dosa, maka demikian pula halnya dengan orang ini bila ia menunaikan haji dengan (memenuhi) syarat ini (yakni, tidak rafats dan tidak melakuakn kefasikan-pen) niscaya ia akan bersih dari dosa-dosanya.

Wallahu a’lam

Sumber :

Fatawa al-Hajj Min Barnamij “Nuurun ‘Ala ad-Darbi, Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, 1/22, Maktabah Syamilah.

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: