Memang Seperti Inilah Jalanmu !

jalan-yg-lurus.gif

Setiap orang memiliki tujuan hidup, mereka akan berusaha mati-matian untuk mewujudkannya. Namun tidak setiap orang sama dalam mengusahakannya, ada yang ambisius setengah mati hingga tak memperdulikan kata orang lain, ada pula yang hidup segan mati tak mau, pesimis karena perkataan orang lain. Kebanyakan manusia masih belum tahu akan tujuan penciptaannya, sehingga yang mereka kejar hanyalah kenikmatan sementara, dunia dengan segala kehinaannya. Namun berkat nikmat hidayah-Nya, kita menjadi mafhum bahwa bukan untuk itu kita diciptakan didunia ini, melainkan untuk beribadah semata-mata kepada-Nya.Jalan Dakwah yang kemudian di barengi dengan Hisbah (Amar Makruf Nahi Munkar) bukanlah jalan yang mulus, melainkan jalan yang terjal oleh bebatuan, penuh tantangan dan rintangan, dari cacian hingga penolakan. sebuah jalan yang takkan pernah diambil oleh insan yang tenggelam dalam gemerlap kehidupan dunia, yang memprioritaskan materi diatas segalanya. Jalan ini adalah jalan yang mengambil banyak waktu, menguras tenaga dan harta benda, namun itu tidak menjadi masalah bagi insan yang mengetahui tujuan penciptaannya, yaitu beribadah demi menggapai ridho Ilahi.

Allah Ta’ala telah menetapkan jalan ini teruntuk pengikut kebenaran, pengikut para Nabi dan Rasul.

Sebutlah Nuh ‘Alaihissalam yang tiada henti mendakwahi kaumnya siang malam selama 950 tahun, demi keselamatan mereka di akhirat kelak, namun apa yang ia dapatkan? Ia malah ditertawakan, dihinakan, disuarakan dengan disebut orang gila, namun apakah beliau bergeming? Tidak sama sekali, sampai Allah memberikan keputusan-Nya.

Inilah jalan Ibrahim ‘Alaihissalam, sang pencari kebenaran yang membuat kaumnya kehabisan akal hingga akhirnya ia dilempar kedalam api yang menyala-nyala, namun apakah Allah membiarkan begitu saja hambanya? Tidak! Melainkan api tersebut menjadi tempat beristirahat yang sejuk baginya.

Ceritakan tentang Musa ‘Alaihissalam yang diutus kepada penguasa terdzalim dimuka bumi, ia harus menjadi target pembunuhan semenjak ia lahir, namun Allah berkehendak lain, ia malah hidup di dalam istana sang tirani itu. Belum lagi tentang pengkhianatan Samiri yang mengajak kaumnya menyembah patung sapi setelah ia menyelamatkan mereka semua dari kejaran sang penguasa tirani.

Dan tentang Isa Al-Masih ‘Alaihissalaam yang tertuduh sebagai anak haram, yang dikhianati oleh salah satu murid setianya, ia diangkat ke langit namun malah dianggap mati di tiang salib oleh pengikutnya sendiri.

Dan inilah jalan Nabi tercinta kita, Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang malah di dustakan pertama kalinya oleh pamannya sendiri, berjuang diam-diam dan terang-terangan untuk menyelamatkan kaumnya dari penyembahan berhala, namun beliau malah terusir dari kampung halamannya sendiri.

Namun apakah semuanya berakhir pahit bagi mereka? Tidak sama sekali! Nuh ‘Alaihissalam dan pengikut-pengikutnya diselamatkan Allah dari banjir yang menenggelamkan bumi itu.

Ibrahim dimuliakan Allah dengan gelar khalilullah (kekasih Allah) dan bapak para nabi.

Musa ‘Alaihissalam dapat menghancurkan penguasa terdzalim sepanjang sejarah tersebut dan menyelamatkan kaumnya.

Isa Al-Masih ‘Alaihissalaam akan kembali turun ke bumi kelak, untuk menghukum mereka yang menyalahi syari’atnya dan menegakkan syariat Muhammad atas mereka yang terkenal keji tersebut dengan hinaan demi hinaan kepada umat Islam dan Nabinya.

Dan Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dengan segala cobaan tersebut akhirnya kembali ke kampung halamannya dan menaklukkannya, dirinya menjadi sayyidil Mursalin dan umatnya adalah khoiru ummah.

Apa kunci mereka semua? Allah Ta’ala menjawabnya untukmu:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita Rasul-rasul itu. (Qs Al An’am 34)

Maka teruslah bersabar, sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan.

 

Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

Rujukan : Almohtasb.com

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: