Mengambil Berkah Kitab yang Penuh Berkah (Bagian 1)

Ngalap-Berkah-Kitab-yang-Penuh-Berkah.jpg

Pembaca yang budiman,

Ketahuilah-semoga Allah memberkahi Anda- bahwa salah satu nikmat yang sangat agung yang Allah berikan kepada kita, Ummat Muhammad-shallallahu  ‘alaihi wasallam- adalah “ al-Qur’an”. Betapa al-Qur’an bukan suatu nikmat yang agung sementara al-Qur’an merupakan kitab yang diberkahi oleh Allah azza wajalla, Dzat yang Maha Berkah berfirman tentang kitab yang diturunkanNya ini,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran (Qs. Shaad : 29)

 

Al-Qur’an Diturun di Waktu yang Diberkahi 

Kitab ini Allah turunkan di bulan yang berkah, yaitu “ bulan Ramadhan” dan di malam yang penuh dengan keberkahan pula, yaitu : lailatul Qadar. Dzat yang menurunkannya berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) (Qs. Al-Baqarah : 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan  (Qs. Ad-Dukhan : 3)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?, Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (Qs. An-Qadr : 1-3)

 Contoh Bentuk Keberkahan al-Qur’an

Banyak bentuk keberkahan al-Quran, di antaranya adalah ditinjau dari sisi fungsinya, bahwa al-Qur’an itu menjadi petunjuk bagi manusia-sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 185 di atas-, di mana siapa yang mengikuti petunjuknya niscaya tidak akan sesat hidupnya di dunia dan tidak akan sengsara hidupnya di akhirat, sebagaimana dikatakan turjumanul qur’an Abdullah bin Abbas, semoga Allah meridhainya, ketika menafsirkan firman Allah ta’ala,

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka (Qs. Thaha : 123)

Oleh karena itu, selaknya kita, ummat Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam- berupaya untuk mengambil dan mengikuti petunjuk-petunjuk al-Qur’an sebagai bentuk ketaan kita kepada Dzat yang telah menurunkan al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk mengikutinya, Dia berfirman,

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (Qs. Al-An’am : 155).

Ketaatan kita kepada Dzat yang telah menurunkan kitab ini, demikian pula ketaatan kita kepada Rasul yang telah diutus untuk menyampakan wahyunya ini kepada manusia sungguh akan mengantarkan kita kepada keberkahan pula, baik di dunia maupun di akhirat,

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan (Qs. An-Nuur : 52)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar (Qs. Al-Ahzab : 71)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih (Qs. Al-Fath : 17)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar (Qs. An-Nisa : 13)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا . ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah (Qs. An-Nisa : 69-70)

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk mengikuti petunjukNya yang terdapat di dalam kitabNya, al-Qur’an, yang diberkahiNya. Aamin

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

 

Amar Abdullah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: