Mengapa Amar Ma’ruf Nahi Munkar Butuh Peran Wanita?

Mengapa-Amar-Ma’ruf-Nahi-Munkar-Butuh-Peran-Wanita.jpg

Tidak diragukan lagi bahwa peran wanita muslimah dalam amar ma’ruf nahi munkar atau dakwah sangat penting. Tanpa peran wanita, amar ma’ruf nahi munkar menghadapi banyak hambatan.

Pada artikel-artikel sebelumnya telah kami sebutkan dalil-dalil yang menunjukkan akan umumnya kewajiban amar ma’ruf nahi munkar kepada muslim dan muslimah. Kami juga telah menyebutkan beberapa kisah teladan shahabiyah dalam perkara amar ma’ruf nahi munkar.

Kali ini kami akan menyebutkan mengapa peran wanita sangat penting dalam amar ma’ruf nahi munkar:

Pertama, perempuan lebih banyak berkumpul dengan anak dibanding lelaki.

Biasanya perempuan lebih sering berkumpul dengan anak-anak dibanding lelaki, karena biasanya lelaki banyak sibuk dengan urusan nafkah diluar rumah, sedangkan perempuan bertanggung jawab di dalam rumah, sehingga keberadaan seorang muslimah dengan anak-anaknya dirumah adalah kesempatan besar untuk mendidik anak-anak menjadi orang-orang yang shaleh dan shalehah, dan ini salah satu bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Kedua, kebanyakan anak-anak lebih melekat kepada ibunya daripada bapaknya.

Pada umunya anak-anak lebih dekat kepada ibu dibanding kepada bapak, oleh karena itu dalam masalah-masalah pribadi biasanya mereka lebih terbuka kepada ibu daripada kepada bapak, sehingga seringkali ibu lebih tahu tentang anaknya dibanding bapaknya, lagi pula kata-kata ibu lebih ampuh untuk menjadikan hati anak luluh.

Ketiga, agar upaya seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya tidak sia-sia.

Diantara yang menunjukkan akan pentingnya peran seorang ibu muslimah dalam mendidik anak adalah karena pengaruh ibu kepada anak lebih besar. Andaikata seorang bapak mendidik anak-anaknya agar mereka kelak menjadi anak-anak yang sholeh, namun ibunya tidak mendukung, atau malah memberikan contoh yang bertentangan, maka susah payah seorang ayah dalam mendidik anaknya bisa menjadi sia-sia, karena yang lebih berpengaruh kepada anak adalah ibu.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan bagi orang lelaki yang ingin menikah untuk memilih wanita yang baik agama dan akhlaqnya, karena selain ia mencari istri untuk dirinya, ia juga mencarikan ibu untuk anak-anaknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Seorang perempuan dinikahi karena empat perkarakarena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanyaPilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung”. (HR. Bukhari & Muslim)

Diringkas dari kitab : “Mas’uliyyatunnisa’ fil amri bil ma’ruf wannahyi ‘anil munkar” karya Dr. Fadhl Ilahi dhahir Hal. 15-17.

Penyusun : Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: