Mengapa Sihir Melanda Dunia Islam? (bag.2)

Sihir-menyebar.jpg

Pembaca yang budiman…

Pada tulisan sebelumnya, penulis telah menyebutkan empat hal yang menjadi penyebab mengapa sihir melanda dunia islam. Berikut adalah sebab yang lainnya,

5. Rumah Kaum Muslimin Ada yang Dijadikan Sarang Setan

Akibatnya, tidak ada lagi dzikrullah di dalamnya, tidak ada bacaan al-Qur’an, tidak ada lagi wirid-wirid dan doa-doa perlindungan yang disyari’atkan yang sesungguhnya dapat membuat setan pergi.!? Rumah itu hanya dipenuhi kemungkaran, buku-buku dan majalah-majalah tak senonoh dan minuman keras. Rumah yang secara fisik kokoh dan bagus itu sebenarnya telah menjadi tempat berteduhnya setan-setan. Para penghuninya tertimpa berbagai penyakit di mana kemudian mereka mengira bahwa tidak ada jalan keluar selain melalui sihir dan perdukunan. Demikianlah penyakit ini menyebar dan setiap manusia yang menjauh dari Allah subhanahu wata’ala dan manhaj-Nya, maka akan semakin besar kebingungan mereka, dan semakin banyak bencana menimpa.!!

6. Lemahnya Peran Ulama, Pakar dan Para Pendidik

Mereka tidak lagi berperan dalam memberikan peringatan akan bahaya sihir, menjelaskan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan apabila masyarakat mendatangi para tukang sihir dan peramal (para normal). Seharusnya, permasalahan seperti ini perlu dibuatkan seminar khusus, disorot dari aspek agama dan sosial di beragam media massa, sehingga umat menjadi tanggap dan peka dan tidak lagi percaya dengan hal-hal semacam itu.!

7. Tidak Diterapkannya Hukum Allah subhanahu wata’ala terhadap Tukang Sihir
Bilamana para tukang sihir dibiarkan dan tidak dipantau secara serius, maka semakin merebak dan maraklah aktivitas mereka yang merusak itu. Terkadang bisa jadi, karena tidak adanya kerja sama masyarakat lantaran kurang atau tidak adanya rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wata’ala. Akan tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana sikap tegas penguasa terhadap perilaku para tukang sihir tersebut, yakni bila hukum Allah subhanahu wata’ala ditegakkan, pastilah masalahnya selesai. Sebab sebagaimana dalam hadits shahih (mauquf) telah disebutkan, “Hadd (hukuman) atas pelaku sihir adalah dipenggal dengan pedang.” (HR. at-Tirmidzi, disetujui adz-Dzahabi)

8. Publikasi yang Menyesatkan

Dalam artian, bilamana secara sengaja atau tidak, kegiatan sejumlah tukang sihir, dukun atau peramal dipublikasikan kepada masyarakat seperti bila kebetulan dalam kasus tertentu ada sebagian orang yang berhasil sembuh melalui tangan mereka. Maka ini akan menyebabkan manusia yang lemah imannya semakin mempercayai dan berdatangan kepada mereka.

Demikian di antara sebab-sebab mengapa sihir dan para pelakunya demikian marak di negara-negara kaum muslimin. Solusi dan jalan keluar dari hal itu adalah dengan mengantisipasi dan menyadari dampak buruk yang ditimbulkannya, di antaranya dengan memperbarui keimanan di dalam jiwa setiap Muslim, menyebarkan ilmu berkenaan dengan masalah-masalah aqidah, menyugesti instansi-instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang terkait dengan kewenangan mengontrol, memperbaiki rumah dengan menyemarakkan dzikir, shalat dan tilawah al-Qur’an, memberikan penyuluhan kepada para wanita agar menjaga diri mereka dengan tetap di rumah sebab mereka sangat rentan menjadi korban sihir.

Terakhir, yang menjadi benteng paling mujarab adalah menjaga dan komitmen terhadap wirid-wirid dan dzikir-dzikir syari’at yang dibacakan di pagi dan sore hari, Wallahu a’lam.
Sumber :

Syu’a’ Min al-Mihrab: as-Sihr, Haqiqatuhu, Wa Hukmuhu Wa Limadza Yantasyiru, karya Dr. Sulaiman bin Hamad

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: